Kisah Lamine Yamal, Remaja 16 Tahun yang Kejutkan Barcelona dan Timnas Spanyol

Lamine Yamal kini menjadi kejutan bagi Barcelona dan timnas Spanyol karena bakatnya yang luar biasa. Dia diharapkan tidak bernasib seperti Ansu Fati yang banyak diganggu cedera.

Diperbarui 12 September 2023, 21:13 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Saat dia mencetak gol, dia melakukan selebrasi dengan memberi sinyal nomor 304 dengan tangannya. Itu adalah tiga angka di kode pos Rocafonda. 304 juga menjadi grafiti di dinding-dinding kota Rocafonda. Anak-anak di Rocafonda juga kerap menirukan gaya Lamine Yamal saat bermain bola di pinggir jalan.

Pengaruh Lamal Yamine di Rocafonda begitu terasa. Semua orang bisa menceritakan bagaimana dia tumbuh di area itu.

Jebolan La Masia Barcelona yang Mengejutkan

 

Orang-orang yang menyaksikan Yamal Lamine tumbuh di akademi Barcelona, La Masia bakal tak menyangka dengan perkembangannya yang pesat. Dia tembus tim senior lebih cepat dari yang dibayangkan.

Diboyong Barcelona dari CF La Torreta pada 2014 lalu, dia selalu menonjol di setiap tim kelompok umur Barcelona yang dibelanya. Total, dia sudah main sebanyak 249 kali untuk tim di La Masia dan cetak 357 gol.

"Saat dia berusia 6 tahun, kami menerima laporan dari pemandu bakat di Mataro. Dia bilang soal seorang anak yang berbeda dibandingkan pemain lain seusianya dan merekomendasikan kami untuk mengikuti dia," kata mantan direktur La Masia, Jordi Roura seperti dikutip espn.

"Beberapa hari berikutnya, setelah membaca laporannya, kami mengundang Lamine dan beberapa anak main di Ciutat Esportiva untuk melihat langsung. Kami langsung tertarik karena dia bagus saat mengontrol bola, cepat dan eksekusinya bagus. Kami memutuskan untuk merekrut dia."

Di tahun kedua bersama akademi Barcleona, Yamal Lamine mencetak 56 gol dari 30 kali main dibawah arahan pelatih Albert Puig.

"Saya melatih Lamine dengan pemain usia 9 tahun lainnya, lalu di U-13. Yang membuat saya kagum bukan karena dia sudah lebih baik dibandingkan pemain lainnya, tapi dia bisa menonjol lebih bagus di usianya," kata Puig.

 

Lamine Yamal Menetap di La Masia

 

Karena yakin dengan bakat Yamal Lamine, Barcelona melanggar aturan sendiri terkait pemain yang menginap di asrama La Masia. Kamar di La Masia biasanya ditujukan untuk pemain di luar Katalunya, sedangkan Yamal memang berdomisili di Katalunya.

Namun Barca membuat pengecualian. Ini ditujukan agar Yamal Lamine mendapatkan pendidikan lebih baik sekaligus disiplin lainnya.

"Kami membawa Lamine untuk menetap di La Masia agar bisa menjaga diet, istirahat dan juga latihan. Dia juga bisa santai dan menjaga fokus kalau menetap di La Masia," kata Roura.

Lamine Yamal bukan jebolan La Masia pertama yang selalu mengejutkan Barcelona. Sederet nama terhampar seperti Lionel Messi dan terkini ada Gavi, Ansu Fati dan Alejandro Balde. Diharapkan Yamal tak bernasib seperti Ansu Fati yang banyak diganggu cedera.

Peringkat Barcelona di Liga Spanyol

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Defri Saefullah, ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan