Menunggu Momen Ketika ISL dan IPL Digabung

Salah satu yang menarik dari hasil Kongres Luar Biasa PSSI, Minggu (17/3/13) adalah lahirnya keputusan menggabungkan kompetisi sepakbola profesional ISL dengan IPL. Seperti apa konsepnya?

Diterbitkan 18 Maret 2013, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Salah satu yang menarik dari hasil Kongres Luar Biasa PSSI, Minggu (17/3/13) yang digelar di Jakarta adalah lahirnya keputusan menggabungkan kompetisi sepakbola profesional Indonesia Super League (ISL) dengan Indonesian Premier League (IPL). Seperti apa konsep penyatuannya?

PT Liga Indonesia yang mengelola ISL menggelindingkan konsep kompetisi sepakbola profesional tersebut tetap dengan nama ISL. Kompetisi ISL memiliki kasta tertinggi. Tentang nama, menurut CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono masih bisa berubah sesuai dengan kebijakan pengelola terkait dengan kesepakatan bersama pihak sponsor.

Konsep ISL nanti baru akan digulirkan 2014 dengan 22 jumlah klub peserta. Ada 18 klub dari ISL dan 4 sisanya dari IPL. Jumlah tersebut nantinya akan kian mengecil hingga tinggal 18 klub pada 2016.

Joko Driyono mengatakan 4 klub asal IPL yang akan masuk dalam ISL adalah yang tidak mengalami dualisme.

"Seperti Persija Jakarta, Persebaya Surabaya 1927, Arema Indonesia, dan non-anggota seperti Persema Malang dan Persibo Bojonegoro," katanya.

Di tahun 2013 ini kompetisi masih berjalan masing-masing namun tetap di bawah yurisdiksi PSSI. Tahun ini tetap ada degradasi.

Jadi menurut Joko, di level Divisi Utama pada tahun 2014 nanti akan diisi oleh 64 klub. Rinciannya, 44 klub akan dikelola oleh PT Liga Indonesia. Sementara 20 klub sisanya akan dikelola PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS). Di tahun 2017 nanti, jumlah klub akan kian mengecil hingga menjadi 36 klub. Masing-masing grup nantinya tinggal 12 klub.

Divisi 1 akan diisi oleh 66 klub. Divisi 2 terdapat 100 klub. Divisi 3 adalah semua klub yang tidak masuk dalam Divisi 1 dan 2. Sementara di Liga Amatir akan ditangani oleh Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI).

Dasar dari penilaian terhadap klub adalah dari aspek lisensi regulasi klub profesional AFC. Di antaranya, aspek legalitas, sumber daya manusia, dan administrasi, finansial, infrastruktur, dan sporting.

Publik sepakbola nasional yang lebih dari 2 tahun terakhir diombang-ambingkan oleh berbagai konflik kepentingan individu dan kelompok di kepengurusan PSSI, kini menunggu konsep penyatuan tersebut dalam wujud yang konkrit. Terutama demi memajukan persepakbolaan nasional dan bukan sekadar kepentingan bisnis semata. (*dari berbagai sumber)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Prancis vs Irak: Mbappe Cetak Gol Lagi, Deschamps Ungkap Penilaiannya

VinTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan