FIBA World Cup 2023 Tinggal Sebulan Lagi, Maskot JIP Sambangi Sekolah-Sekolah di Jakarta

FIBA World Cup 2023 akan berlangsung di Jakata. Sosialisasi sudah digencarkan sejak akhir Juli 2023.

OlehThomas
Diterbitkan 27 Juli 2023, 09:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Jadi keempat tim ini diadu dalam dua putaran, pemenang di putaran pertama kemudian di adu kembali di putaran final. Pemenang gim ini adalah tim Spanyol. Gim terakhir, adalah Piala Dunia 5x5. Dari tim tiap-tiap negara tersebut, dipilih starting 5 yang kemudian akan dirotasi seiring jalannya permainan. Brasil melawan Prancis kembali dan Canada versus Spanyol. Mereka bermain selama 10 menit setengah lapangan. Dari gim ini tim Prancis yang menang," tambah Claudia.

JIP Jadi Magnet Sosialisasi FIBA World Cup 2023

Antusiasme peserta terlihat dari bagaimana usaha para peserta untuk bisa melakukan dribling dan shooting untuk menghasilkan poin terbanyak di tiap gimnya. Keceriaan pun terlihat ketika ada yang berhasil memasukan bola, semua peserta pun berteriak memberikan semangat dengan bertepuk tangan riuh.

Bukan hanya para peserta, para orang tua yang menunggu di pinggir lapangan pun berteriak-teriak turut memberikan semangat anaknya. Ada yang bertindak layaknya pelatih dengan memberikan instruksi, tetapi ada juga yang hanya mengambil foto dan video anaknya yang sedang bermain. Para youth leaders yang terdiri dari empat orang serta JIP pun tidak terlepas dari ajakan berfoto para peserta serta orang tuanya. Tim pemenang di setiap gim mendapatkan souvernir resmi dari FIBA World Cup 2023.

Salah satu orang tua murid, Rina Kiwi (41) mengaku senang ada kegiatan basket seperti ini. Karena kedua anaknya Almira (9) dan Fira (11) memang dinilainya sejak kecil "gila basket", menurun dari sang ayah yang menurutnya mantan pemain basket.

"Senang acara seperti ini di sekolah. Suka games-gamesnya, anak saya senang banget. Karena dua-duanya ini kompetitif anaknya, suka ikut kejuaraan. Jadi tahu informasi soal tiket juga, karena sudah incer tiket FIFA World Cup ini sejak Juni lalu. Tapi waktu itu saat nyari di beberapa marketplace resmi sudah sold out. Padahal anak-anak dan bapaknya pengen banget lihat Piala Dunia, karena ini kesempatan sekali seumur hidup kan. Ada experience buat anak-anak lihat pemain dunia. Tapi sampai sekarang belum dapat tiket," tuturnya.

Dengan adanya kegiatan youth leader program ini, harapan Rina, FIBA dan federasi bola basket nasional bisa melihat atau melakukan talent scouting potensi-potensi pemain usia muda di Indonesia. Hingga mungkin ada program global yang juga bisa diikuti oleh para talenta-talenta muda berbakat (khususnya kelompok usia) yang terpantau nanti.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Thomas, AY YustiawanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan