Reaksi Mengejutkan Presiden Real Madrid soal Nasib Kylian Mbappe di PSG

Presiden Real Madrid Florentino Perez menegaskan bahwa dia "tenang" di tengah spekulasi Kylian Mbappe bakal dijual PSG

Diterbitkan 24 Juli 2023, 13:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Pakar transfer Fabrizio Romano mengungkapkan, Kylian Mbappe berada di PSG Campus ditemani Georginio Wijnaldum, Leandro Paredes, Julian Draxler, Abdou Diallo, dan Colin Dagba. Mereka tidak masuk rencana Luis Enrique dan bisa dibeli jika ada tawaran yang sesuai.

Nasib Tragis Sang Andalan Prancis

Mbappe baru-baru ini ditunjuk sebagai kapten baru Prancis. Dia bergabung dengan PSG pada 2017 lalu dengan status pinjaman selama satu musim dari Monaco, setelah membantu klub kerajaan itu memenangkan gelar Ligue 1.

Kepindahan tersebut berubah menjadi transfer permanen pada tahun berikutnya dalam kesepakatan senilai 180 juta euro.

Dia membantu Prancis meraih kejayaan di Piala Dunia 2018 dan telah memantapkan dirinya sebagai penyerang terdepan di panggung dunia.

Mbappe juga mencetak hat-trick dalam kekalahan Prancis di final Piala Dunia 2022 dari tim Argentina Lionel Messi sebelum membantu PSG memenangkan rekor gelar Prancis ke-11.

Dia adalah pencetak gol terbanyak di Ligue 1 musim lalu dengan 29 gol dan mencetak 41 gol dalam 43 pertandingan untuk klubnya di semua kompetisi.

Pemain Terbuang PSG

Jika Mbappe sebenarnya masih jadi bagian penting tim, tidak demikian dengan nama-nama lain yang masuk kelompok pengasingan. WIjnaldum (ke AS Roma) dan Paredes (ke Juventus) dipinjamkan ke klub lain musim lalu.

Draxles kesulitan menembus tim inti sejak bergabung pada 2017. Dia juga dititipkan PSG ke Benfica pada 2022/2023. Begitu pula Dagba dan Diallo yang dianggap surplus.

UNFP Protes Sikap PSG

Taktik PSG dikritik oleh Persatuan Pesepak Bola Profesional Nasional Prancis (UNFP). Mereka menuduh juara Ligue 1 itu sudah melanggar hukum Prancis dengan sengaja memaksa Mbappe menerima kondisi kerja yang lebih buruk.

"Para pemain ini - semuanya - harus menikmati kondisi kerja yang sama dengan tenaga kerja profesional lainnya," kata UNFP seperti dikutip dari Fotmob.

"UNFP merasa akan berguna untuk mengingatkan para manajer bahwa memberi tekanan pada karyawan - melalui penurunan kondisi kerja mereka, misalnya - untuk memaksa mereka keluar atau menerima apa yang diinginkan majikan merupakan pelecehan moral, yang dikutuk dengan tegas oleh hukum Prancis."

"Jadi, ya, UNFP berhak mengambil tindakan perdata dan pidana terhadap klub mana pun yang berperilaku seperti ini," bunyi pernyataan UNFP selanjutnya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Muhammad Yanto, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan