Manchester City Juara Liga Inggris Kelima Kalinya dalam Enam Tahun, Sentuhan Pep Guardiola Masih Ada yang Kurang

Apakah meraih gelar juara Liga Inggris dalam tiga musim berturut-turut sudah dapat dianggap puncak pencapaian bagi Pep Guardiola?

Diterbitkan 22 Mei 2023, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Manchester City sudah dipastikan menjadi juara Liga Inggris sejak hari Sabtu (20/5/2023) ketika Arsenal harus takluk 0-1 atas Nottingham Forest. City pun berhasil meraih gelar liga kelimanya dalam enam tahun terakhir dengan dua laga tersisa.

Ditambah, mereka hanya berjarak dua pertandingan dari memecahkan rekor Manchester United sebagai satu-satunya tim asal Inggris yang bisa meraih treble winner.

Namun, apakah itu semua cukup bagi sang manajer Pep Guardiola? Seperti diketahui, sejak menukangi sisi biru dari kota Manchester pada tahun 2016, hanya trofi Liga Champions saja yang belum dapat dipersembahkannya. Padahal, bisa dibilang ia selalu memiliki skuad yang bertabur bintang selama melatih di Etihad Stadium.

“Pep selalu selangkah lebih depan. Di musim pertamanya ia berada di urutan ketiga, kemudian ia berevolusi sesuai keinginan mereka untuk bermain. Ia selalu membuat sesuatu yang berbeda dan itulah yang membedakannya. Hanya ada satu awan [yang menutupi cerah karirnya di City], Liga Champions,” ujar mantan bek Man City Micah Richards.

Manchester City sendiri awalnya tidak difavoritkan untuk kembali menjadi juara liga musim ini dengan Arsenal yang sangat kokoh di puncak klasemen selama berbulan-bulan.

Namun, 12 kemenangan beruntun membuat mereka berhasil menyalip The Gunners yang di saat bersamaan mulai mengalami penurunan dengan beberapa hasil kurang memuaskan.

“Anda tidak pernah bosan untuk menang. [Meraih] gelar juara tidak mudah. Mereka membuatnya terlihat mudah, tetapi mereka memiliki rasa lapar dan keinginan untuk terus menang,” ujar legenda Manchester United Roy Keane.

Tidak Ada Alasan Untuk Tidak Juara

Sementara itu, jika melihat skuad Manchester City yang sekarang serta bagaimana performa mereka di lapangan sepanjang musim ini berjalan, Pep Guardiola tidak punya alasan untuk tidak memenangkan gelar Liga Champions pertamanya bersama City.

Guardiola telah memenangkan segalanya. Secara keseluruhan, gelar liga musim ini merupakan gelar liga ke-11-nya dalam 14 tahun karir kepelatihannya di Barcelona, Bayern Munchen dan Manchester City.

“Akan menjadi kekecewaan yang sangat besar jika treble tidak terjadi sekarang. Apapun bisa terjadi tapi saya tidak bisa melihat apapun selain treble. Pep melakukan hal-hal yang belum pernah kami lihat sebelumnya. Ia melakukan hal-hal yang kami pikir tidak mungkin. Jika anda suka menonton sepak bola, anda juga [akan] suka menonton Man City,” ungkap eks pemain Liverpool Jamie Redknapp.

Manchester United sebagai penyandang status satu-satunya klub asal Inggris yang mampu meraih treble masih memiliki kesempatan untuk menggagalkan tetangganya memecahkan rekor tersebut. United dijadwalkan akan berduel dengan City di final Piala FA pada 3 Juni mendatang di mana jika skuad besutan Erik ten Hag itu berhasil keluar sebagai juara, mimpi The Citizen untuk meraih treble pun dipastikan pupus.

“United menginginkan kesempatan untuk merebut treble. Saya menyukai tim Pep yang ini lebih dari yang lain. Mereka lebih kuat, secara fisik lebih kuat dan dominan. Ini adalah tim yang paling tidak ingin saya lawan,” ujar Gary Neville yang juga bagian dari tim Man United pemenang treble.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Tampil Lawan Kroasia, Cristiano Ronaldo Ukir Sejarah di Piala Dunia

Luthfa Arisyi Senapi, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan