Bebas Sanksi Berat FIFA, Pengamat: Transformasi Sepak Bola Komitmen Bersama

Pengamat sepak bola menilai transformasi sepak bola harus jadi komitmen PSSI dan juga pemerintah. Dua elemen ini saling membutuhkan untuk mensukseskan keinginan FIFA.

Diterbitkan 07 April 2023, 15:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Jangan lagi kejadian seperti Piala Dunia U-20. Kasihan PSSI, sudah capek-capek bidding dan akhirnya berhasil, namun akhirnya gagal jadi tuan rumah karena penolakan berbagai elemen terhadap Israel. Mereka harus dibentengi menghadapi kasus-kasus ini ke depannya," ujar Kusnaini menambahkan.

“Jangan main-main lagi ke depan, pemerintah harus bisa meredam gejolak, memisahkan politik dan sepak bola. Jangan sampai terjadi lagi PDIP alias Piala Dunia Isinya Politik. Apa yang terjadi kemarin, berkaitan dengan Piala Dunia U-20 memalukan. Beruntung lewat lobi-lobi yang ciamik, akhirnya FIFA tidak menghukum Indonesia dengan berat, cuma ke depan kejadian lagi sulit buat kita berkelit. Pemerintah harus berkomitmen terhadap sepak bola, tidak dimasuki intervensi politik,” timpal Akmal Marhali.

Diharapkan Bisa Gantikan Peru Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-17

 

Seiring Indonesia yang terbebas dari sanksi pembekuan, para pengamat berharap PSSI bisa dapat kesempatan menghelat Piala Dunia U-17. FIFA baru saja membatalkan pelaksanaan event tersebut di Peru, karena ketidaksiapan pemerintah mereka.

“Piala Dunia U-17 momentum bagus buat Indonesia. PSSI dan pemerintah bisa memulihkan nama baik. Sejatinya kita siap menggelarnya. Jika FIFA benar-benar kemudian mempercayai kita jadi tuan rumah Piala Dunia U-17, mohon dengan sangat agar kepercayaan ini bisa dilaksanakan dengan baik. Jangan sampai kita terpeleset untuk kedua kalinya,” ucap Kusnaeni yang juga diamini Kesit dan Akmal.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Defri Saefullah, Bogi TriyadiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan