Kisah Perjalanan Timnas Indonesia U-20 di Piala Dunia U-20 1979: Tembus Putaran Final usai Ketiban Durian Runtuh

Timnas Indonesia pertama kali mencatatkan debutnya dalam Piala Dunia U-20 pada edisi 1979. Kala itu, skuad Garuda Muda ketiban durian runtuh lantaran negara lain yang mendapat tiket ke Piala Dunia justru memilih mundur dari kejuaraan tersebut.

Diperbarui 16 Maret 2023, 16:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Posisi runner-up dihuni oleh The Green Falcons muda. Sementara itu, Jepang cuma bisa menempati urutan ketiga setelah kalah dari Korea Utara dan dua kali bermain imbang.

Tak disangka, Timnas Indonesia U-20 ikut-ikutan menjadi korban keganasan Korea Utara. Pasukan Merah Putih takluk dua gol tanpa balas, sehingga dinyatakan gagal menjadi salah satu perwakilan Asia di Piala Dunia U-20 FIFA 1979.

Dapat Durian Runtuh di Piala Dunia U-20

Meski menelan hasil menyakitkan di kompetisi Piala Asia, dewi fortuna nampaknya masih berpihak pada Timnas Indonesia.

Korea Selatan dan Irak semula keluar sebagai juara bersama Piala Asia U-19. Akan tetapi, timnas tim asal Negeri Ginseng tak memiliki kawan Asia di Piala Dunia U-20 1979 selain Jepang–yang berstatus sebagai tuan rumah–sebab Irak enggan tampil.

Korea Utara lantas ditunjuk menjadi pengganti timnas asal Timur Tengah. Namun, Harian Kompas edisi 31 Maret 1979 melaporkan Korea Utara juga memutuskan menarik diri dari kejuaraan yang disponsori oleh produk Amerika Serikat, Coca-Cola, tersebut.

Alhasil, Indonesia ketiban durian runtuh. Federasi sepak bola dunia mempercayakan pasukan Merah Putih untuk mendampingi Korea Selatan dan Jepang dalam ajang Piala Dunia U-20 1979 yang berlangsung di Tokyo, 25 Agustus–7 September 1979.

Timnas Indonesia U-20 selanjutnya ditempatkan dalam Grup B, yang dihuni oleh negara-negara raksasa sepak bola, yakni Yugoslavia, Argentina, dan Polandia.

Timnas Indoensia U-20 Tak Dibebani Target Tinggi

Soetjipto Soentoro dipercaya menjadi pelatih untuk menukangi Timnas Indonesia di Piala Dunia U-20 1979. Namun, sosok yang pernah membela Persija Jakarta itu ogah memasang target terlalu tinggi buat anak-anak asuhnya.

Ia menganggap gelar juara Piala Dunia U-20 1979 bukanlah hal yang hendak dicapai oleh pasukan Garuda Muda. Apalagi, lawan-lawan yang dihadapi memang sebagian besar berada di kelas yang berbeda dengan tim Merah Putih.

Soetjipto hanya berharap turnamen sepak bola bergengsi di Tokyo bisa menjadi ajang pendewasaan bagi anak-anak asuhnya. Dengan demikian, penggawa muda Timnas Indonesia bakal siap meneruskan kiprah rekan-rekannya di level senior...bersambung. 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Theresia Melinda Indrasari, Bogi TriyadiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan