Sukses

MU Dapat Berkah Terselubung Usai Casemiro Diganjar Kartu Merah

Liputan6.com, Jakarta - Manchester United (MU) meratapi hukuman kartu merah gelandang bertahan Casemiro. Pemain asal Brasil itu dilarang tampil di tiga pertandingan.

Casemiro tertangkap video mencekik gelandang Crystal Palace Will Hughes pada laga Liga Inggris 2022/2023 di Old Trafford, Sabtu (4/2/2023). Dengan begitu, eks pemain Real Madrid tersebut dilarang bermain melawan Leeds United (9 dan 12 Februari) serta Leicester City (19 Februari).

Setan Merah layak kesal menghadapi situasi ini. Sebab, peran Casemiro terhadap performa tim sangat besar.

MU merasakannya saat terakhir kali sang pemain berhalangan, juga karena sanksi disiplin. Mereka takluk 2-3 di hadapan Arsenal, sehingga kehilangan kans memangkas defisit dari sang pemuncak klasemen Premier League.

Padahal, saat ini MU masih membutuhkan kemenangan dalam usaha bertahan pada persaingan papan atas. Saat ini mereka menempati peringkat tiga dengan perolehan 42 poin.

Meski begitu, absennya Casemiro nyatanya tetap memberi dampak positif bagi MU. Apa itu?

2 dari 4 halaman

Isi Tenaga untuk Ajang Lain

Casemiro bisa menggunakan waktu di pengasingan untuk istirahat dan mengisi tenaga menghadapi laga lain yang tidak kalah penting. MU dijadwalkan menjalani dua pertandingan play-off Liga Europa kontra raksasa Spanyol Barcelona pada 17 dan 24 Februari.

Setan Merah juga meladeni Newcastle United di final Piala Liga Inggris, 26 Februari mendatang. Mereka membidik kemenangan demi mengakhiri paceklik gelar sejak 2017.

3 dari 4 halaman

Komentar Ten Hag

Terkait kartu merah Casemiro, Manajer MU Erik ten Hag tidak memiliki keluhan atas keputusan wasit. Namun, ahli taktik asal Belanda itu berpikir beberapa pemain Palace, terutama Jordan Ayew, juga harus dihukum.

"Kami memainkan permainan yang brilian dan itu adalah level yang sangat tinggi 70 menit pertama sampai insiden itu terjadi dan kemudian Anda melihat tim ini berdiri untuk satu sama lain," kata Ten Hag seperti dikutip Fot Mob.

"Sungguh semangat yang baik dalam tim dan mereka tidak menerima ketika seorang pemain dari kami bisa cedera parah dan itulah cara Antony diperlakukan," ucap manajer asal Belanda itu.

"Tim ini bersatu tetapi, tentu saja, Anda harus mengendalikan emosi Anda. Tapi, itu sangat sulit di saat seperti itu dan saya melihat dua tim saling bertarung."

"Saya melihat dua tim pemain melewati garis dan kemudian satu pemain dipilih, dikeluarkan. Dan bagi saya, itu tidak benar," ujar Ten Hag menambahkan.

 

4 dari 4 halaman

Melewati Batas

"Pemain dari Crystal Palace mengambil risiko besar dengan pelanggaran ini sehingga dia terluka parah dengan mendorongnya melewati garis dan Anda tahu lapangan di sini. Dan kemudian semua orang bereaksi, pemain Crystal Palace dan Manchester United, dan tidak hanya Casemiro."

"Dia (Ayew) adalah salah satu pemain yang melakukan lebih buruk daripada Casemiro. Casemiro, saya pikir dia melewati batas. Tapi VAR harus konsisten," imbuh Ten Hag.

"Para pemain lawan juga menyakiti kami, seperti yang dilakukan pemain pekan lalu (Andy Carroll dari Reading) melawan Christian Eriksen dan pemain dari Crystal Palace (Schlupp); dia memulai ini, dia mengambil risiko besar dengan mencederai Antony," pungkasnya.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.