Pele Meninggal Dunia, Masyarakat Brasil Bisa Beri Penghormatan Terakhir

Masyarakat Brasil berkesempatan memberi penghormatan terakhir kepada Pele di Vila Belmiro Stadium, Santos, Sao Paulo pada 2-3 Januari 2023.

Diterbitkan 30 Desember 2022, 16:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Masyarakat Brasil berkesempatan memberi penghormatan terakhir kepada Pele di Vila Belmiro Stadium, Santos, Sao Paulo pada 2-3 Januari 2023.

Peti jenazah Pele akan meninggalkan Rumah Sakit Albert Einstein pada Senin (2/1/2023) pagi untuk kemudian ditempatkan di tengah lapangan stadion tempat almarhum mengharumkan nama Santos FC.

Klub kemudian membuka pintu stadion pukul 10.00 waktu setempat hingga jam sama keesokan harinya.

Selanjutnya jenazah Pele dibawa melintas jalan-jalan Kota Santos dan melewati rumah sang ibunda Celeste yang berusia 100 tahun. Media Brasil menyebut ibu Pele tidak bisa meninggalkan tempat tidur dan dalam keadaan sadar.

Jenazah Pele lalu dimakamkan di Memorial Necropole Ecumenica, kuburan vertikal di Santos. Hanya keluarga yang akan hadir.

Pele meninggal dunia di usia 82 setelah berjuang melawan penyakit kanker usus besar, Kamis (29/12/2022) waktu setempat.

Pele menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Albert Einstein, Sao Paolo, Brasil. Di rumah sakit itu, Pele sudah menjalani perawatan sejak akhir November lalu. Akibatnya Pele tak bisa hadir di Piala Dunia 2022 Qatar.

Pria kelahiran 23 Oktober 1940 itu selama ini dikenang sebagai pesepak bola terhebat sejagat raya. Banyak rekor abadi Pele yang belum bisa dipecatkan hingga tahun 2022 ini. Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo saja kerepotan untuk mengejar beberapa rekor milik Pele.

Pele lahir di Tres Coracoes, Minas Gerais dengan nama Edson Arantes do Nascimento. Dia merupakan putra dari Dondinho alias João Ramos do Nascimento dan Celeste Arantes. Darah sepak bola mengalir di tubuh Pele dari ayahnya yang merupakan mantan pemain Fluminense.

Keajaiban

Ketika masih kecil, Edson memiliki nama panggilan Dico. Nama Pele baru didapat saat mulai masuk sekolah. Teman-teman Edson mulai memanggilnya dengan nama Pele karena seringnya salah dalam mengucapkan nama pemain idolanya, kiper Vasco da Gama, Bile.

Pele maupun teman-temannya juga tidak tahu arti nama Pele sebenarnya. Dalam bahasa Portugal, Pele juga tidak memiliki arti apapun. Di bahasa Ibrani baru Pele memiliki arti yaitu keajaiban.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Di masa kecil, Pele hidup dalam kemiskinan di Bauru. Pele memulai karier nya bersama Bauru Athletic Club. Pele membawa timnya itu dua kali juara kejuaraan junior di kota Sao Paulo. Di klub tersebut, Pele dilatih oleh Waldemar de Brito. De Brito pula yang membawa Pele ke kota Santos pada tahun 1956 untuk mengikuti try out bersama Santos FC. De Brito ketika itu sudah punya keyakinan Pele akan menjadi pemain sepak bola hebat di masa depan. Saat merayu Santos FC agar mau menerima Pele, De Brito memberitahu petinggi klub Pele akan jadi pemain terhebat di jagat sepak bola dunia. Pelatih Santos Lula tertarik dengan kehebatan Pele saat menjalani trial. Pele langsung dikontrak pada Juni 1956. Pele langsung dikasih debut bersama Santos pada 7 September 1956 di usia yang baru 15 tahun. Pele memberikan bukti dengan langsung mencetak gol saat Santos menang 7-1 atas Corinthians de Santo Andre. Bakat besar Pele membuatnya sudah bisa menembus tim utama Santos di musim 1957. Baru 16 tahun, Pele langsung jadi top skor di Liga Brasil. Timnas Brasil pun langsung memanggil Pele selang 10 bulan setelah meneken kontrak profesional bersama Santos.

Halaman
Show All
Harley Ikhsan, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan