Ratusan Ribu Fans Tanda Tangani Petisi, Desak FIFA Ulang Partai Final Piala Dunia 2022 Argentina vs Prancis

Ratusan ribu fans yang tidak puas membuat petisi agar FIFA mengulang partai final Piala Dunia 2022 Argentina vs Prancis.

Diperbarui 24 Desember 2022, 07:56 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Menurut L'Equipe, ketika Messi melepaskan tembakan hasil tepisan Hugo Lloris dari tendangan Lautaro Martinez, beberapa pemain pengganti Argentina yang terbawa emosi sudah berada di lapangan dan siap untuk merayakannya gol. Situasi ini harusnya dilarang.

Pada aturan FIFA disebutkan, "Jika, setelah gol dicetak wasit sadar, sebelum permainan dilanjutkan bahwa ada orang tambahan di lapangan pada saat gol dicetak: wasit harus menganulir gol jika orang tambahan itu adalah: seorang pemain, pemain pengganti, pemain yang dikeluarkan dari lapangan atau ofisial dari tim yang mencetak gol; permainan harus dimulai kembali dengan tendangan bebas langsung dari tempat orang tambahan berada.

Kerusuhan Fans

Dilansir dari Times Now, beberapa orang ditahan karena membuat kerusuhan dan bentrok dengan Polisi di Paris menyusul kekalahan Prancis dari Argentina di final Piala Dunia pada hari Minggu. Ribuan polisi terlihat berpatroli di jalan-jalan Ibu Kota Prancis tadi malam.

Menurut laporan, Polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan para penggemar di Champs-Elysees, Paris saat mereka terus melempari petasan ke arah Polisi. Beberapa bahkan bentrok dengan Polisi setelah yang terakhir mulai menangkap para suporter yang mengamuk itu.

Para suporter Prancis ini sudah mulai berkumpul di Champs-Elysees bahkan sebelum final Piala Dunia dimulai. Polisi memblokir lalu lintas di lokasi dan di dekat Arc de Triomphe. Ribuan polisi juga berpatroli di Paris, tetapi kerusuhan terjadi ketika Prancis kalah di final.

Tapi, tidak semuanya suporter Prancis melakukan kerusuhan pasca final Piala Dunia 2022. Ada juga sebagian suporter yang tetap menerima kekalahan walaupun sangat kecewa.

Dilansir The Guardian, seorang suporter yang ikut nonton bareng di Kafe Le Napoleon, Aurelien mengakui bahwa Argentina lebih unggul dari Prancis di setiap sisi, terutama kecepatan dan skema permainan yang lebih rapi.

“Mereka mengungguli kami di setiap area. Mereka lebih cepat, lebih rapi. Dan sepertinya mereka lebih menginginkannya untuk menjadi juara. Itu semua dalam agresi," kata Aurélien, 28 tahun yang terus melompat-lompat di kursi.

 

Macron Hibur Pemain

Argentina yang dipimpin Lionel Messi mengalahkan Prancis 4-2 melalui adu penalti, menyusul hasil imbang 3-3 setelah perpanjangan waktu, dan Argentina berhasil memenangkan Piala Dunia untuk ketiga kalinya.

Messi memenangkan Bola Emas sementara Kylian Mbappe dari Prancis membawa pulang Sepatu Emas lewat 8 golnya di turnamen tersebut.

Presiden Prancis, Emmanuel Macron menghibur Timnas Prancis yang tampak putus asa setelah kekalahan mereka di final Piala Dunia 2022. Setelah kekalahan yang menyakitkan dalam adu penalti yang menegangkan, Macron terlihat menghibur semua pemain.

"Selamat kepada tim Prancis atas karir dan daya juangnya di Piala Dunia ini. Anda telah menggetarkan Bangsa dan pendukung di seluruh dunia," tulis Macron di Twitter.

"Selamat kepada Argentina atas kemenangan mereka," lanjut cuitannya beberapa saat setelah kekalahan Prancis.

Partai final Piala Dunia 2022 menyuguhkan pertandingan yang luar biasa. Ada enam gol di laga final Argentina vs Prancis dan menjadikan final Piala Dunia 2022 sebagai pertandingan final Piala Dunia paling menarik.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Rangga Ari, Fadjriah Nurdiarsih, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan