FIFA Didesak Investigasi Dugaan Pelecehan Kiper Argentina kepada Kylian Mbappe Usai Piala Dunia 2022

Kiper Argentina Emiliano Martinez menjadi pahlawan Tim Tango saat menjadi juara Piala Dunia 2022 setelah mengalahkan Prancis 4-2 lewat drama adu penalti, usai skor 3-3 bertahan sampai 120 menit. Martinez mampu menggagalkan tendangan penalti Kingsley Coman.

Diterbitkan 23 Desember 2022, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Martinez menjelaskan keputusannya untuk melakukan itu, “Saya melakukannya karena orang Prancis mencemooh saya. Kebanggaan tidak bekerja dengan saya,"

Aksi Martinez selama final Piala Dunia 2022 juga mendapat kecaman dari mantan bek Timnas Prancis yang ikut dalam skuad saat menjuarai Piala Dunia 2018, Adil Rami. Ia menilai Martinez merupakan orang yang sangat dibenci dunia pada saat ini.

"Dasar orang yang brengsek! (Martinez) Dia jadi orang yang paling dibenci," tulis Rami di Instagram story.

Menangkan Perang Mental

Profesor di Sekolah Ilmu Olahraga Norwegia, Geir Jordet menganalisa penampilan Emi Martinez di bawah mistar saat adu penalti. Menurutnya, kunci utama Emi bisa tenang membaca arah bola karena dia sudah menenangkan mental sejak sebelum adu penalti dimulai.

"Inti dari kemenangan Argentina adalah adu psikologis yang dimainkan oleh kiper Emiliano Martinez. Dia mendominasi penendang penalti Prancis dan sampai mereka membuat dua kesalahan krusial," ujar Jordet dikutip dari The Telegraph.

Pada saat sebelum tendangan pertama, Martinez langsung pergi ke arah gawang dan menguasai area penalti. Harapannya agar bisa lebih tenang dan menyatu dengan situasi lapangan pada saat itu, terlebih di tribun penuh suporter Argentina.

Sementara Hugo Lloris, kiper sekaligus kapten Prancis, masih harus menyelesaikan lemparan koin di garis tengah. Maka dia datang terlambat dan berada di belakang Martinez, hal ini membuat secara psikologis Martinez sudah menang sejak awal.

"Saat Lloris menuju kotak penalti, Martinez seperti sedang menyambut tamu di rumahnya sendiri," sambung Jordet.

 

Selebrasi Berdampak Besar

Pada tendangan penalti kedua Prancis, Martinez menganggap bola ditempatkan lebih jauh dan dia berhasil memaksa wasit untuk mengecek penempatan bola. Menurut Geir Jordet itu menambah kesan bahwa kiper Aston Villa ini sudah menguasai penuh area penalti.

Kali ini dia berhasil, Martinez menepis tendangan Kingsley Coman. Setelah itu, dia selebrasi dengan berjoget di hadapan Coman dan fans Argentina yang berada di tribun belakang gawang Martinez.

Menurut Jordet, dalam penelitian memang menunjukkan bahwa selebrasi yang intens dapat berdampak signifikan pada adu penalti. Selebrasi itu memiliki dampak positif pada rekan satu tim dan berdampak negatif pada lawan.

Selebrasi Martinez itu menandakan kepercayaan diri, dominasi dan superioritas, dan Martinez bereaksi dengan gembira meninju ke udara dan merentangkan tangannya setelah menyelamatkan upaya Kingsley Coman.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Rangga Ari, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan