Profesor Ungkap Trik Emiliano Martinez Menang Perang Mental di Adu Penalti Final Piala Dunia 2022

Kiper Argentina, Emiliano Martinez mendapatkan kunci kemenangan adu penalti dari sisi psikologi.

Diterbitkan 20 Desember 2022, 19:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Martinez bersikap sopan dan ramah terhadap lawannya di awal adu penalti," ucap Jordet.

Sebelum penalti pertama Prancis yang ditendang Mbappe, Emi Martinez berupaya mengganggu dengan tenang dan halus. Dia ingin melihat seberapa jauh bisa memengaruhi mental lawan.

Salah satu cara dengan meminta wasit untuk mengecek bola sudah ditempatkan dengan benar di tempatnya. Namun, Mbappe lebih tenang dan mengeksekusi bola, pada tahap ini Martinez gagal walaupun sudah benar menebak arah bola.

Selebrasi Berdampak Besar

Untuk penalti kedua, Martinez menilai bola ditempatkan lebih jauh dan kembali berhasil memaksa wasit untuk mengecek penempatan bola. Itu semua menambah kesan bahwa kiper Aston Villa ini sudah menguasai penuh area penalti.

Kali ini dia berhasil, Martinez menepis tendangan Coman. Setelah itu, dia selebrasi dengan berjoget di hadapan Coman dan fans Argentina yang berada di tribun belakang gawang Martinez.

Menurut Jordet, dalam penelitian memang menunjukkan bahwa selebrasi yang intens dapat berdampak signifikan pada adu penalti. Selebrasi itu memiliki dampak positif pada rekan satu tim dan berdampak negatif pada lawan.

Selebrasi Martinez itu menandakan kepercayaan diri, dominasi dan superioritas, dan Martinez bereaksi dengan gembira meninju ke udara dan merentangkan tangannya setelah menyelamatkan upaya Coman.

Menahan Bola

Pada saat tendangan ketiga Prancia, Tchouameni melangkah untuk mengambil penalti. Pada saat ini, Martinez yakin dengan kemampuannya. Dia tidak lagi tertarik untuk memberikan psy-war secara halus.

Martinez memegang dan menahan bola dengan genggamannya sampai wasit meminta memberikannya ke Tchouameni. Dengan begini, Martinez menambah waktu pendukung Argentina untuk membuat keributan sebanyak mungkin.

"Alih-alih memberikan bola kepada Tchouameni, ia malah membuangnya, memaksa gelandang Prancis itu untuk mengambilnya," beber Jordet.

Beruntungnya Martinez tidak mendapatkan sanksi dari wasit. Hal ini membuktikan kembali perasaan bahwa Martinez yang bertanggung jawab. Saat Tchouaméni akhirnya siap, Martinez memberinya senyuman. Tembakannya melebar.

Psy-war Martinez kali ini sudah terang-terangan, dia memutuskan membuang bola dan lari menuju Tchouaméni yang sudah gagal mengeksekusi tendangan penalti ketiga.

 

Dapat Kartu Kuning

Untuk mencegah Lloris melakukan pendekatan serupa kepada para pemain Argentina yang akan menendang, Martinez dengan cepat merebut bola dan menyerahkannya kepada Leandro Paredes, rekan setimnya. Sekali lagi, itu adalah bukti pemikiran proaktif kiper Aston Villa.

Jelang penalti Prancis keempat, yang dilakukan oleh Randal Kolo Muani, Martinez tampak berkomunikasi dan memberi isyarat dengan anggota staf di pinggir lapangan. Beberapa kali dia mencondongkan tubuh ke arah Kolo Muani, mengatakan kepadanya: "Aku telah memperhatikanmu!"

Untuk aksi ini, kiper Argentina mendapat kartu kuning.

Meski Kolo Muani akhirnya sukses membobol gawang, semuanya terlambat bagi Prancis. Eksekutor keempat Argentina Gonzalo Montiel memastikan kemenangan tim. La Albiceleste pun sukses meraih gelar Piala Dunia yang ketiga.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Rangga Ari, Harley IkhsanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan