Mantan Rekan Setim di MU Patah Hati Lihat Ronaldo Menangis Usai Portugal Tersingkir dari Piala Dunia 2022

Mantan rekan setim Cristiano Ronaldo di MU, Gary Neville, mengaku patah hati menyaksikan megabintang asal Portugal menangis setelah negaranya tersingkir dari Piala Dunia 2022.

Diterbitkan 13 Desember 2022, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Kekalahan Selecao das Quinas dari Maroko menjadi kian menyakitkan lantaran sang pemain tidak diberi kesempatan untuk membela Portugal sejak menit pertama.

Seperti diketahui, Pelatih Fernando Santos lagi-lagi memilih mencadangkan Ronaldo dalam duel tersebut. Eks penggawa Manchester United (MU) baru diturunkan pada menit ke-51, ketika Selecao das Quinas sudah tertinggal satu gol dari Singa Atlas.

Tidak Menyesal

Santos mengaku tidak menyesali pilihannya menyimpan CR7 di bangku cadangan. Ia menilai keputusan untuk menurunkan skuad yang tampil apik saat mengalahkan Swiss pada babak 16 besar Piala Dunia 2022 sudah tepat.

“Saya tidak menyesal (menempatkan Ronaldo di bangku cadangan). Itu tidak akan mengubah apapun. Ketika menyangkut tim, saya tidak boleh berpikir menggunakan hati saya,” ujar Santos selepas laga, seperti dilansir dari The Sun.

“Saya menggunakan skuad yang bermain sangat baik saat melawan Swiss, dan tidak ada alasan bagi saya untuk mengubahnya (dalam laga kontra Maroko di perempat final),” sambung juru taktik berusia 68 tahun tersebut.

Kekasih Ronaldo, Georgina Rodriguez, langsung mengecam Santos seusai pertandingan. Ia menilai sang pelatih sudah membuat keputusan yang salah dengan tidak menunjuk CR7 sebagai bagian dari starting XI timnya.

“Hari ini, teman dan pelatihmu (Fernando Santos) membuat keputusan yang buruk. (Padahal) dia adalah rekan yang sangat kamu (Ronaldo) kagumi dan hormati,” tulis Georgina di media sosial, dikutip dari pemberitaan The Sun.

Curhatan Ronaldo

Ronaldo juga sempat buka suara pasca tersingkirnya Portugal dari FIFA World Cup edisi ini. Pesepak bola berusia 37 tahun mencurahkan isi hati melalui unggahan di Instagram pribadinya dan mengaku sedih lantaran mimpi terbesar dalam kariernya gagal terealiasi.

“Memenangkan trofi Piala Dunia untuk Portugal adalah mimpi dan ambisi terbesar dalam karier saya. Saya beruntung karena sudah memenangkan banyak gelar internasional, tetapi meletakkan nama negara di (ajang sepak bola) tertinggi dunia adalah cita-cita terbesar saya.”

“Saya berjuang untuk hal itu. Saya berusaha (mewujudkan) mimpi ini. Dalam lima penampilan, saya mencetak gol di Piala Dunia selama lebih dari 16 tahun. (Saya) berada di samping pemain-pemain jebat dan selalu didukung oleh jutaan masyarakat Portugal.”

“Saya memberikan semuanya. Saya mencurahkan segala hal di lapangan. Saya tidak pernah memalingkan wajah dari pertandingan, dan saya tidak pernah menyerah pada impian saya. Namun sayangnya, mimpi itu telah berakhir kemarin,” ungkap Ronaldo.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Theresia Melinda Indrasari, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan