Kroasia Vs Argentina di Semifinal Piala Dunia 2022, Siapa Lagi yang Bakal Diorbitkan Lionel Messi?

Terungkap fakta menarik di balik aksi Lionel Messi pada Piala Dunia. Selain mencetak gol, bintang Argentina itu juga kerap membantu rekan mewujudkan mimpi di panggung terbesar sepak bola.

Diterbitkan 13 Desember 2022, 15:15 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Sekarang kami memiliki beban di pundak kami, dan kami telah mengatakan ini sejak awal: Diego mendukung kami dari surga," ucap pemain berjuluk La Pulga itu.

Messi tahu seberapa dekat Argentina dengan eliminasi. Tapi, dia tak merasa pertandingan seharusnya berjalan sejauh itu karena gol kedua Wout Weghorst yang datang dari tendangan bebas pada menit ke-101 kontroversial.

"Ada banyak kekecewaan ketika mereka menyamakan kedudukan, yang sangat tidak adil," kata Messi. "Itu datang dari set-piece yang menurut saya bukan pelanggaran."

"Saya tidak ingin berbicara tentang wasit, Anda bisa dihukum dan Anda tidak bisa jujur. Dia tidak memenuhi standar dan dia keras pada kami," ucap Messi menambahkan.

"Ketika Lautaro Martinez mencetak gol, ada beban besar di dada kami. Kami bisa saja tersingkir setelah unggul 2-0."

Serang Van Gaal

Messi juga berkomentar pedas untuk pelatih Belanda Louis van Gaal. Menurutnya, Van Gaal hanya bisa menerapkan strategi long ball dengan menempatkan pemain-pemain berpostur tinggi untuk merebut bola di kotak penalti lawan.

"Dia (van Gaal) menjual bisa bermain sepak bola dengan baik, tetapi yang dia lakukan hanyalah melempar jauh bola," kata Messi.

Padahal, menurut Messi, Argentina yang memiliki keuntungan jika bermain adu penalti di Piala Dunia. Argentina merupakan tim yang paling sering menang adu penalti di Piala Dunia, yaitu empat dari lima laga yang berakhir dengan babak tos-tosan.

Pada Piala Dunia 2014 juga Argentina sudah membuktikannya di hadapan Van Gaal. Pada babak semifinal, La Abicaleste menumbangkan Belanda yang juga dilatih Van Gaal 4-2 lewat adu penalti.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Mohamad Taufik, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan