Walid Regragui : Bukan Keajaiban Jika Menang, Seperti Rocky Balbao yang Bekerja Keras

Pelatih Maroko, Walid Regragui menegaskan, keberhasilan timnya bukanlah keajaiban tapi hasil dari kerja keras, dan ia meminta timnya seperti tokoh Rocky Balbao

Diterbitkan 12 Desember 2022, 11:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Pelatih Timnas Maroko, Walid Regragui ingin para pemainnya mengambil peran laiknya Rocky Balboa dalam sekuel film Rocky. Para penonton tidak pernah menganggap sang petinju melakukan keajaiban saat meraih kemenangan dalam jalan cerita filmnya.

“Kemenangan 1-0 atas Portugal dan melaju ke semifinal Piala Dunia 2022 bukan sebagai keajaiban. Media, mungkin terutama media-media Barat, akan menyebut ini sebagai keajaiban, tapi bagi saya ini bukan keajaiban. Ini buah kerja keras kami,” kata Regragui dalam jumpa pers selepas pertandingan di Stadion Al Thumama, Doha, Qatar, Sabtu (10/12/2022) malam.

Maroko menang 1-0 atas Portugal berkat gol sundulan Youssef En-Nesyri yang melompat tinggi demi membelokkan umpan silang kiriman Yahia Attiyat Allah. Hasil itu membuat Maroko menorehkan catatan emas sebagai tim benua Afrika sekaligus tim anggota Liga Negara-Negara Arab pertama yang mencapai babak semifinal Piala Dunia.

“Semua ini merupakan buah kerja keras para pemain Maroko yang tak gentar menghadapi Portugal yang di atas kertas lebih diunggulkan,” tegasnya.

Robert "Rocky" Balboa adalah karakter utama serial Rocky. Karakter tersebut dibuat oleh Sylvester Stallone, yang juga memerankannya dalam seluruh tujuh film Rocky. Tokoh ini digambarkan sebagai orang biasa yang mulai merantau, menghadapi rintangan-rintangan yang terjadi dalam kariernya sebagai petinju professional.

“Penonton pasti menganggap bahwa semua yang diraih Rocky Balboa adalah buah kerja kerasnya. Kami ingin menjadi Rocky Balboa di Piala Dunia 2022,” tegas mantan bek timnas Maroko itu.

Regragui menuturkan bahwa Maroko memasuki pertandingan dengan strategi permainan yang jelas, yakni beberapa pilar penting seperti Achraf Hakimi dan Sofiane Boufal harus berjuang lebih keras dalam upaya membongkar pertahanan Portugal.

Level Determinasi

Di waktu bersamaan, level determinasi yang sama juga dituntut oleh Regragui kepada para pemain Maroko lainnya.

“Betul mereka banyak menekan kami, tapi sama seperti melawan Spanyol, kami juga tidak kebobolan di pertandingan ini,” ujarnya.

>“Dengan segala capaian ini saya yakin sekarang kami menjadi tim yang paling disukai dan ditunggu-tunggu penampilannya di Piala Dunia ini,” imbuh Regragui.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Kemenangan Maroko menggoreskan sejarah bagi persepakbolaan Afrika. Untuk pertama kalinya ada tim dari Afrika yang menembus semifinal Piala Dunia. Sebelumnya ada tiga wakil Afrika yang berhasil mencapai perempatfinal, namun semuanya kandas dan tak berhasil melangkah lebih jauh. Mereka adalah Kamerun pada 1990, Senegal pada 2002, dan Ghana pada 2010. Kemenangan bersejarah itu dirayakan oleh warga Maroko yang berkumpul di Casblanca dan sejumlah tempat lainnya. Orang-orang berkaos tim nasional dan bendera merah dengan bintang hijau, terlihat di mana-mana di jendela, kios, pasar. Lukisan dinding raksasa memperlihatkan penyerang Chelsea, Hakim Ziyech dan pelatih Walid Reragui, yang telah disamakan sebagai pahlawan nasional.

Halaman
Show All
Yo Kavya, ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan