Sukses

6 Penyerang Top yang Mandul di Fase Grup Piala Dunia 2022

Liputan6.com, Jakarta Piala Dunia 2022 sudah setengah jalan dengan telah menyelesaikan fase grup. Banyak momen menarik dan penuh kejutan terjadi selama 48 pertandingan fase grup dilangsungkan di Qatar.

Di fase grup Piala Dunia 2022, tercipta 120 tol. Sedangkan kartu merah cuma dua yang dikeluarkan oleh wasit dengan 166 kartu kuning. Dua pemain yang mendapat kartu merah adalah Wayne Hennessey dari Wales dan Vincent Aboubakar asal Kamerun.

Kejutan juga terjadi sepanjang fase grup Piala Dunia 2022. Jerman, Uruguay hingga Belgia tak mampu meraih tiket ke babak 16 besar. Mereka hanya finis di posisi tiga sehingga harus meninggalkan Qatar lebih awal.

Perburuan Sepatu Emas sebagai top skor Piala Dunia 2022 juga sangat ketat. Saat ini ada lima pemain yang memimpin daftar top skor. Ada Kylian Mbappe (Prancis), Cody Gakpo (Belanda) Marcus Rashford (Inggris), Alvaro Morata (Spanyol) dan Enner Valencia (Ekuador).

Nama terakhir hampir pasti tidak akan meraih sepatu emas Piala Dunia 2022. Pasalnya perjuangan Ekuador di Piala Dunia Qatar sudah terhenti di fase grup.

Berbicara soal top skor, ternyata banyak nama beken yang justru mandul di fase grup Piala Dunia 2022. Bahkan ada yang sudah pulang lebih dulu tanpa bisa membuat satu gol pun.

Berikut 6 pemain depan top yang tak bisa membuat gol di fase grup Piala Dunia 2022:

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 7 halaman

Lautaro Martinez

Sebelum Piala Dunia 2022 dimulai Lautaro Martinez diharapkan bisa bersinar dan membantu meringankan tugas Lionel Messi di lini depan Argentina. Sayangnya belum ada satu gol pun dicetak Martinez.

Pemain Inter Milan itu memang sempat membuat gol saat Argentina melawan Arab Saudi. Tapi dianulir wasit karena off-side.

Akibat performa buruknya, Martinez mulai diparkir pelatih Argentina Lionel Scaloni di bangku cadangan pada laga ketiga Argentina. Scaloni lebih memilih menurunkan Julian Alvarez.

Celakanya Alvarez mampu membuat gol kala melawan Polandia saat dipercaya sebagai starter. Lautaro Martinez sendiri di laga ketiga baru dimasukkan di babak kedua menggantikan Alvarez.

3 dari 7 halaman

Romelu Lukaku

Lukaku datang ke Qatar memang tidak dalam kondisi terbaik. Dia baru pulih dari cedera panjang. Akibatnya Lukaku tidak menjadi starter di tiga laga Belgia di Piala Dunia 2022.

Namun Lukaku jadi sorotan dan amukan fans Belgia karena jadi biang keladi tersingkirnya Kevin de Bruyne cs. Lukaku melewatkan empat peluang bagus untuk mencetak gol di laga terakhir fase grup melawan Kroasia.

Belgia cuma bisa bermain imbang tanpa gol dengan Kroasia. Akibatnya Belgia tersingkir karena kalah bersaing dengan Maroko dan Kroasia. Padahal Belgia unggulan utama di Grup F.

4 dari 7 halaman

Darwin Nunez

Darwin Nunez awalnya diharapkan bisa bangkit di Piala Dunia 2022. Pemain depan Liverpool itu mengalami masa-masa sulit di awal musim 2022/2023 setelah pindah ke Anfield.

Namun Nunez ternyata malah kembali tampil mengecewakan di tiga laga Piala Dunia 2022. Nunez tak bisa membuat satu gol pun selama berlaga di Qatar.

Akibat Nunez mandul, Uruguay harus tersingkir karena kalah saing dengan Portugal dan Korea Selatan di Grup H.

Nunez melewatkan satu peluang yang seharusnya menjadi gol kala Uruguay melawan Korsel. Pertandingan akhirnya berakhir 0-0. Andai kala itu Nunez bisa menyelesaikan umpan Facundo Pellistri, Uruguay mungkin akan lolos ke 16 besar

5 dari 7 halaman

Thomas Muller

Penyerang veteran Jerman ini juga tampil buruk. Muller sama sekali tak bisa membuat gol di Piala Dunia 2022. Pengalaman segudang pria 33 tahun ini membuat pelatih Hansi Flick selalu memainkannya sebagai starter.

Sayangnya kepercayaan Flick gagal dimanfaatkan Muller. Permainannya nyaris tak terlihat selama di Qatar. Tak ada satu gol maupun assist dihasilkan Muller.

Akibat performa mengecewakan Muller, Jerman harus out dari Piala Dunia 2022 di fase grup. Mereka kalah bersaing dengan Jepang dan Spanyol.

6 dari 7 halaman

Harry Kane

Kane datang ke Qatar dengan status sebagai pemegang Sepatu Emas Piala Dunia 2018. Namun dari tiga laga awal di Qatar, Kane masih belum bisa membuat gol.

Bahkan saat Inggris pesta gol di laga pertama dengan melumat Iran 6-2, Kane tidak membuat satu gol pun.

Untungnya Kane masih memberikan kontribusi signifikan bagi The Three Lions. Pemain Tottenham Hotspur itu bisa menyumbang tiga assists di Piala Dunia 2022.

Inggris juga masih melaju ke babak 16 besar dengan status sebagai juara Grup B. Kane masih punya peluang mengakhiri kemandulannya di babak 16 besar saat melawan Senegal.

7 dari 7 halaman

Son Heung-min

Tandem Harry Kane di Tottenham Hotspur, Son Heung-min juga mandul di Piala Dunia 2022. Son tak bisa membuat gol dari tiga laga awal meski selalu dimainkan penuh oleh Korea Selatan.

Son jadi tumpuan utama Korsel untuk mencetak gol. Pasalnya Son baru saja menjadi top skor Liga Inggris musim lalu. Akan tetapi Son begitu kesulitan membuat gol.

Dia sering salah dalam mengambil keputusan kapan harus menendang langsung atau mengontrol bola lagi. Untungnya Son masih mampu memberikan kontribusi berupa assist penting.

Son memberikan umpan matang kepada Hwang Hee-chan guna mencetak gol penentu kemenangan 2-1 Korsel atas Portugal. Kemenangan itu membawa Korsel meraih tiket ke 16 besar.

Ketajaman Son di Piala Dunia 2022 kalah dibanding Cho Gue-sung yang sudah menjaringkan dua gol untuk negeri ginseng.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS