Sukses

Hasil Pertandingan Kosta Rika vs Jerman di Piala Dunia 2022: Der Panzer Ulang Deja Vu Piala Dunia 2018

Liputan6.com, Jakarta Timnas Jerman kembali mengalami deja vu di Piala Dunia 2022. Der Panzer harus angkat koper lebih cepat meski menang 4-2 di Al Bayt Stadium, Jumat (2/12/2022) dini hari WIB.

Jerman sebenarnya memiliki asa untuk menembus babak 16 besar setelah Serge Gnabry mencetak gol pada menit kesepuluh. Keunggulan itu bahkan bertahan hingga turun minum.

Namun, inkonsistensi kembali diperagakan Der Panzer ketika kecolongan dua gol dari pemain Kosta Rika, Yeltsin Tejeda pada menit ke-58, dan gol bunuh diri Manuel Neuer pada menit ke-70.

Jerman sebenarnya tak tinggal diam merespon hal tersebut. Terbukti, mereka berhasil menyamakan kedudukan lewat Kai Havertz tiga menit kemudian. Havertz pun mencetak gol keduanya pada menit ke-85. Dan, Niclas Fullkrug menambah keunggulan Jerman empat menit kemudian.

Sayang, hasil imbang itu belum cukup membawa skuad asuhan Hansi Flick merasakan atmosfer 16 besar. Mereka pun harus meninggalkan Qatar lebih cepat alias menjadi penonton karena kalah poin dari Jepang dan Spanyol.

Kegagalan itu tentu saja sangat disayangkan karena Jerman sejatinya bermain sangat dominan kontra Kosta Rika. Bahkan, mereka menguasai jalannya pertandingan sebesar 78% di babak pertama. Belum lagi keunggulan statistik lainnya yang membuat banyak pihak berpikir Jerman seharusnya bisa lolos dari fase grup tersebut.

Sayang, sepak bola bukan matematika yang bisa dihitung hasilnya secara pasti. Walau menguasai segala sektor, Jerman ternyata belum berhak tampil di babak 16 besar Piala Dunia tahun ini.

Fakta itu tak hanya membuat kecewa fans Jerman, tapi seluruh pemain Der Panzer seolah seperti ‘bunga yang layu’ ketika pertandingan dinyatakan berakhir.

Mereka tak menyangka harus mengakhiri Piala Dunia 2022 lebih cepat, walau tak ingin menyalahkan siapapun. Tapi, fans beranggapan kekalahan dari Jepang 1-2 di laga pembuka dianggap sebagai titik awal tersingkirnya Der Panzer dari Qatar.

Mereka mungkin masih berpikir lumrah ketika tim kesayangan bermain imbang 1-1 dengan Spanyol, tapi kekalahan dari Jepang sudah menjadi pertanda buruk. Dan, mimpi buruk itu akhirnya menjadi kenyataan.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Mengulang Tragedi Piala Dunia 2018

Hasil itu membuat Jerman harus puas berada di peringkat ketiga Grup E. Kemenangan atas Kosta Rika membuat mereka mengumpulkan empat angka, poin yang sama dengan Spanyol di peringkat kedua. Namun, Spanyol memiliki agresivitas gol lebih baik ketimbang Jerman. Sementara Jepang keluar sebagai juara grup setelah mengempaskan Spanyol 2-1.

Fakta tersebut tentu saja menambah panjang derita Thomas Mueller dkk dalam dua kesempatan terakhir bermain di Piala Dunia. Mereka terakhir kali mengalami kejadian serupa saat bermain di Piala Dunia 2018 di Rusia.

Alih-alih diunggulkan karena berstatus juara bertahan saat itu, Jerman justru dipermalukan ketika tergabung bersama Swedia, Meksiko, dan Korea Selatan.

Jerman justru menuai hasil paling memalukan ketika tersisih sebagai juru kunci setelah dipermalukan Korsel 0-2 di laga terakhir. Mereka dikalahkan pasukan Korsel yang ditangani Shin Tae-yong saat itu.

Rentetan kegagalan itu membuat banyak pihak menilai ada yang salah dalam pola pembinaan sepak bola Jerman, kendati DFB selaku otoritas sepak bola Jerman telah melakukan pergantian pelatih dari Joachim Loew menunjuk Hansi Flick.

Ada juga yang menyesali kebijakan Flick yang tak memanggil striker murni berkualitas saat terbang ke Qatar. Mantan pelatih Bayern itu hanya bergantung kepada pemain seperti Mueller, Havertz, Gnabry yang sejatinya bukan target man. Jika pun Fullkrug sempat mencetak dua gol di Piala Dunia ini, tapi kapabilitasnya belum cukup kredibel.

3 dari 3 halaman

Susunan Pemain

Kosta Rika (3-4-2-1): Keylor Navas; Juan Pablo Vargas, Kendall Watson, Oscar Duarte; Bryan Oviedo (Roan Wilson 90), Yeltsin Tejeda (Anthony Contreras 90), Celso Borges, Keysher Fuller Spence (Jewison Bennette 74); Joel Campbell, Brandon Aguilera (Yousin Salas (46)

Pelatih: Luis Fernando Suarez

Jerman (4-2-3-1): Manuel Neuer; Joshua Kimmich, Nicklas Sule (Matthias Ginter 90), Antonio Rudiger, David Raum (Mario Goetze 66), Ilkay Gundogan (Nicklas Fullkrug 55), Leon Goretzka (Lukas Klostermann); Serge Gnabry, Jamal Musiala, Leroy Sane; Thomas Mueller (Kai Havertz 66)

Pelatih: Hansi Flick

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS