Sukses

Kiper Meksiko Guillermo Ochoa Rela Tukar Semua Prestasi dengan Laga Kelima di Piala Dunia

Liputan6.com, Doha- Kiper Meksiko, Guillermo Ochoa menjadi man of the match saat pertandingan melawan Polandia di laga grup C di stadion 974, Selasa (22/11/2022). Meksiko hanya imbang 0-0 lawan Polandia.

Tanpa penyelamatan Ochoa, Meksiko mungkin sudah kalah. Namun dia mampu menepis tendangan Robert Lewandowski yang bisa ditebak dengan baik.

Ochoa merupakan pemain berpengalaman di Meksiko. Dia mengaku siap menukar segalanya demi bisa mengantarkan Meksiko ke perempat final atau laga kelima Piala Dunia.

"Semuanya, saya akan tukar semuanya agar bisa main di laga kelima," kata Ochoa yang melewati rekor Pablo Lario seperti dikutip espn.

Meksiko memang sudah terobsesi dengan perempat final. Meksiko sudah 7 kali beruntun selalu gagal di 16 besar Piala Dunia.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 6 halaman

Sudah Analisa

 

Ochoa pun bicara soal penalti Lewandowski. Dia mengaku sudah mempelajari penalti Lewandowski bersama tim pelatih kiper.

"Kami menganalisa pemain dengan tim pelatih kiper cara bagaimana Lewandowski tendang penalti, meski sulit untuk memprediksinya karena dia punya 25 cara berbeda," kata Ochoa.

"Dia pemain hebat dan pencetak gol yang ulung." Meski begitu, Ochoa membuktikan lebih baik dari Lewandowski malam itu.

Dia membantu meksiko raih satu poin. Meski kini mereka masih kalah dari Arab Saudi yang sudah mengoleksi 3 poin.

 

3 dari 6 halaman

Analisa pelatih

 

Meksiko menguasai bola lebih banyak ketimbang Polandia. Namun Meksiko kurang tajam karena tanpa Raul Jimenez di lini depan.

Henry Martin kesulitan berjuang sendirian, begitu juga Alexis Vega.

"Di babak pertama, kami harusnya lebih akurat di depan gawang. Kami punya tiga peluang di babak pertama, kami juga mengontrol tempo. Kami juga hati-hati untuk antisipasi serangan balik Polandia," kata pelatih Meksiko, Tata Martino.

4 dari 6 halaman

Banjir Kritik

Bintang Timnas Polandia Robert Lewandowski tengah menjadi sorotan usai dirinya gagal mengeksekusi tendangan penalti dalam laga melawan Meksiko di pertandingan Grup C Piala Dunia 2022 pada Rabu (23/11/2022) dini hari WIB.

Tak dapat dimungkiri, penampilan kedua kesebelasan secara umum memang kurang memuaskan. Baik Meskiko maupun Polandia sama-sama ompong di depan gawang. Akan tetapi posisi tim racikan Czesław Michniewicz sedikit lebih memprihatinkan.

Pasalnya, mereka memiliki peluang emas di paruh kedua setelah wasot memberi hadiah tendangan penalti. Namun, kesempatan tersebut tak mampu dimanfaatkan oleh Lewandowski sebagai eksekutor. Lesakannya mudah ditepis Guillermo Ochoa.

Catatan lengkap mengenai hasil pertandingan Meksiko melawan Polandia di grup C Piala Dunia 2022 pada Rabu (23/11/2022)  dapat dibaca melalui tautan berikut ini.

Kegagalan tersebut jelas menjadi kejutan bagi sejumlah pihak. Apalagi Lewandowski, yang dipandang sebagai tulang punggung negaranya, juga lekat dengan predikat salah satu striker terbaik dunia. Kapten Timnas Polandia pun mau tak mau banjir kritikan.

Eks pemain Inggris Rio Ferdinand menjadi salah satu sosok yang melontarkan komentar tajam terhadap Lewandowski. Ferdinand dengan sadis mengaku tak menyukai bintang Barcelona. Ia juga mengeklaim sudah memprediksi kesalahan sang pemain.

“Saya tidak menyukainya. Seberapa hebatnya dia sebagai pemain dan pencetak gol, (saya merasa) ada sesuatu yang bakal terjadi,” ujarnya kepada BBC selepas laga Meksiko vs Polandia, seperti dilansir dari Metro.

5 dari 6 halaman

Taktik Polandia

Lebih lanjut, Ferdinand juga mempersalahkan taktik Timnas Polandia saat menghadapi Meksiko. Menurutnya, para pemain tidak bisa memberi pelayanan yang cukup bagi Robert Lewandowski di lapangan.

“Dia hanya memiliki satu sentuhan di kotak penalti Meksiko. Situasi ini tidak terjadi padanya (Lewandowski) di level klub. Dia benar-benar haus akan bola,” tutur Ferdinand.

“(Lewandowski) tidak terbiasa dengan situasi ini. Dia normalnya selalu memiliki penguasaan bola yang bagus, kemudian tim melakukan build-up dan bermain di sekelilingnya,” tambah sosok yang pernah memperkuat Manchester United itu.

6 dari 6 halaman

Peringkat

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS