Banyak Kontroversi, Bisakah Cuma Fokus ke Sepak Bola di Piala Dunia 2022 Qatar?

Surat FIFA kepada peserta Piala Dunia 2022 untuk fokus saja pada sepakbola, tidak mempersoalkan hal-hal lain selama Piala Dunia 2022 di Qatar mendapat dukungan dan penolakan.

Diterbitkan 14 November 2022, 12:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Kami harus mengatur pemain kami untuk pergi ke sana, bermain dan melakukan yang terbaik untuk negara mereka," lanjut Klopp.

Sedangkan Denmark yang para pemainnya merencanakan mengenakan jersey bertuliskan “Hak Asasi Manusia untuk Semua” mendapatkan penolakan dari FIFA. Mereka pun menerima hal itu.

>

Menerima Keputusan

"Bagi saya, ini adalah jersey dengan pesan yang sangat sederhana tentang hak asasi manusia universal," kata Direktur DBU, Jakob Jensen kepada agen Denmark Ritzau.

Federasi Sepakbola Denmark (DBU) bertanya apakah para pemainnya boleh mengenakan kaus bertuliskan 'Hak Asasi Manusia untuk Semua'.

DBU membantah bahwa itu adalah pesan politik tetapi menerima keputusan itu.

Sementara itu, penolakan terhadap himbauan FIFA diberikan oleh pelatih Inggris, Gareth Southgate yang menyatakan kecewa dengan sikap induk sepakbola dunia itu.

Ia menganggap bahwa federasi sepak bola dunia itu ingin membungkam suara para negara peserta.

"Saya sedih, saya akan merasa kecewa jika ada sesuatu yang terjadi dan saya tak bisa melakukan apa pun tentang itu," ujar Southgate dikutip dari Yahoo Sports.

 

Tidak Berubah

"Jadi, saya pikir pendirian kami tidak akan berubah karena surat (FIFA) tersebut," kata pelatih berusia 52 tahun tersebut.

Kapten timnas Inggris, Harry Kane yang turut menyuarakan protes akan kondisi di Qatar akan tetap memakai ban kapten khusus yang menyuarakan kampanye anti diskriminasi saat ia bermain membela Inggris di Qatar nanti.

Three Lions tergabung dalam grup B di Piala Dunia 2022 bersama Amerika Serikat, Iran, dan Wales. The Three Lions akan memulai perjuangan mereka dalam laga pertama melawan Iran pada Senin (21/11/2022) malam WIB.

Penolakan lain datang dari Steve Cockburn selaku Kepala Keadilan Ekonomi dan Sosial Amnesti Internasional. Ia mengatakan FIFA seharusnya serius menangani masalah dugaan pelanggaran HAM pekerja migran.

 

"Jika Gianni Infantino ingin dunia 'fokus pada sepakbola', ada solusi sederhana, FIFA bisa mulai menangani masalah HAM yang serius dari pada menyembunyikannya di bawah karpet," kata Cockburn dilansir Mirror (5/11/2022).

"Infantino benar untuk mengatakan bahwa ‘sepak bola tidak ada dalam ruang hampa’. Ratusan ribu pekerja telah menghadapi pelanggaran untuk membuat turnamen ini mungkin dan hak-hak mereka tidak dapat dilupakan atau diberhentikan. Mereka layak mendapatkan keadilan dan kompensasi, bukan kata-kata kosong, dan waktu hampir habis," imbuh Cockburn.

Menarik dinanti, apa sikap FIFA jika ada negara yang tidak mengindahkan himbauan untuk focus saja di sepakbola, tidak mempersoalkan pelanggaran hak asasi manusia di Qatar dengan mengenakan ban kapten atau menggunakan jersey.

Akankah FIFA menjatuhkan sanksi?.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Yo Kavya, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan