Perubahan besar yang terjadi membuat Piala Dunia 1970 ikut memberikan andil dalam meningkatkan popularitas sepak bola, khususnya Piala Dunia sebagai kompetisi paling bergengsi.
2. (Telstar Durlast) Piala Dunia 1974, Jerman Barat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4207133/original/012391300_1666958688-Copy_of_Review_film_BTS_vs_IMDB.jpg)
Telstar Durlast pada dasarnya memiliki desain yang sama dengan Telstar asli 1970. Tetapi, Durlast lebih menampilkan lapisan poliuretan tipis di atas panel kulit yang meningkatkan ketahannya terhadap genangan air dan abrasi.
Turnamen ini merupakan kemenangan kandang bagi Adidas dan tim Jerman Barat, yang pada saat itu dapat menganggat trofi setelah mengalahkan Belanda, tim asuhan Johan Cruyff di final Piala Dunia FIFA.
3. (Tango) Piala Dunia 1978, Argentina
Adidas Tango menjadi bola sepak paling ikonik sepanjang sejarah. Tango 78 terdiri dari 20 panel jahitan tangan heksagonal yang dilapisi membrane plastik tipis ‘Durlast’ untuk membantu menjaga dari genangan air.
Meski hanya perubahan kecil pada desain, Adidas berhasil melahirkan mahakarya yang mengikuti zaman moderenisasi. Pada desainnya, Tango memiliki tanda segitiga pada setiap panel untuk menciptakan ilusi lingkaran putih di seluruh permukaan.
Pola ini sangat membantu pemain untuk melacak perputaran bola di udara dengan lebih mudah.
4. (Tango Espana) Piala Dunia 1982, Spanyol
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4207134/original/067115000_1666958688-Bola_Espana___Azteca.jpg)
Begitu populernya desain Tango sehingga bertahan sampai pertandingan Piala Dunia 1982 di Spanyol dan Kejuaraan Eropa serta Olimpiade 1988. Tango edisi Espana hanya menerima perubahan kosmetik yang sangat kecil, yaitu penambahan jahitan karet untuk meningkatkan ketahanan bola terhadap air.
Espana merupakan bola kulit terakhir yang digunakan di turnamen Piala Dunia sebelum era sintetis muncul kepermukaan.
5. (Azteca) Piala Dunia 1986, Meksiko
Meskipun menyerupai Tango dengan 32 panel yang dijahit tangan, Azteca diproduksi menggunakan bahan 100% sintetis dengan desain segitiga pada panel yang menampilkan detil rumit. Hasil desain bola ini terinspirasi dari lukisan dinding dan budaya Aztec.
6. (Etrusco Unico) Piala Dunia 1990, Italia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4207135/original/025181400_1666958689-Bola_Etrusco_Unico_.jpg)
Sama seperti Azteca, desain bola Etrusco Unico terinspirasi dari budaya kuno negara tuan rumah Piala Dunia. Alih-alih seni Azteca, Etrusco Unico mengambil pola 20 triad segitiga dengan penggambaran kepala singa yang dapat ditemukan dalam karya patung, perhiasan, seni rupa, dan arsitektur Etruscan.
Etrusco Unico menjadi bola Piala Dunia pertama yang menampilkan lapisan internal busa poliuretan hitam di bawah cangkang luar. Ini untuk memberikan perlindungan lebih lanjut terjadap genangan air dan untuk meningkatkan daya tahan serta kualitas pantulan.
7. (Questra) Piala Dunia 1994, Amerika Serikat
Questra pada dasarnya adalah bola yang dikloning dan diadaptasi kembali dari bola Tango yang cukup sukses pada Piala Dunia 1978-1982. Secara visual, Questra sangat mirip dengan tiga bola pertandingan Piala Dunia sebelumnya.
Questra menampilkan desain panel pentagonal yang digunakan pada Azteca dan Estruco Unico. Bedanya, ide bola Questra diangkat melalui keajaiban eksplorasi ruang angkasa.
Selain itu, Questra memiliki berat yang lebih ringan daripada bola Piala Dunia di masa lampau. Ini membuat para pemain penyerang memuji kemampuannya untuk membelok   dan melengkungkan tembakan ke gawang.
8. (Tricolore) Piala Dunia 1998, Prancis
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4207136/original/078233000_1666958689-Bola_Tricolore.jpg)
Tricolore menjadi bola warna-warni pertama yang digunakan dalam turnamen Piala Dunia, dengan palet monokrom tradisional yang diperbarui untuk mencerminkan warna tradisional negara tuan rumah, yakni merah, putih, dan biru.
Tricolore juga merupakan bola pertandingan Piala Dunia terakhir yang menampilkan estetika Tango yang sekarang menjadi ikon saat Adidas mulai bereksperimen dengan teknik manufaktur baru melalui jalur warna yang lebih berani.
9. (Fevernova) Piala Dunia 2002, Jepang
Desain bola Fevernova ini menjelaskan bahwa Adidas mulai melepas diri dari desain Tango tradisional yang mendukung grafis offset radikal dari budaya Asia, yaitu bentuk emas bercabang tiga (terinspirasi oleh simbol ‘tomoe’ Jepang).
Meski dibuat menggunakan 11 lapisan berbeda, Fevernova dianggap terlalu ringan sehingga pemain tidak mampu memprediksi arah bola tersebut. Bola ini juga mendapat kritik pedas lainnya, seperti penggunaan bahan dasar yang mungkin kurang perhitungan.
Sebagian besar kesalahan disebabkan oleh busa sintetis yang digunakan sebagai bantalan di dalam bagian luar poliuretan yang kenyal, ini membuat bola Fevernova terasa jauh lebih ringan dan mengurangi akurasi tembakan pemain.
10. (Teamgeist dan Teamgeist Berlin) Piala Dunia 2006, Jerman
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4207137/original/033901500_1666958690-Bola_Teamgeist.jpg)
Piala Dunia 2006 di Jerman adalah turnamen pertama yang menampilkan desain alterniatif kedua dari bola resmi pertandingan yang diproduksi khusus untuk  digunakan selama tahap akhir kompetisi.
Teamgeist standar yang berarti semangat tim memiliki warna dasar putih dengan pita hitam berbentuk oval. Bola ini menggunakan 14 panel sintetis yang direkatkan secara termal untuk membuat pola yang lebih bulat, lebih presisi, dan hampir seluruhnya tahan air.
Sedangkan Teamgeist Berlin adalah versi emas yang secara khusus diproduksi untuk final di Berlin. Namun, karena memiliki jahitan yang lebih sedikit, membuat bola Teamgeist Berlin memiliki kekurangan pada hambatan udara hingga beberapa pemain terkemuka mengeluhkan tentang pergerakan bola di udara yang terasa lebih cepat.
11. (Jabulani dan Jo’bulani), Piala Dunia 2010, Afrika Selatan
Jabulani ataupun Jo’bulani dikenang sebagai salah satu bola pertandingan Piala Dunia yang paling merepotkan sepanjang masa.
Nama Jabulani diambil dari terjemahan frasa Zulu yang berarti berbahagialah. Ia terbuat dari delapan panel cetakan dengan permukaan yang bertekstur lekukan tipis dalam upaya meningkatkan aerodinamis.
Namun, setelah pertandingan pembukaan kompetisi dirusak dengan kesalahan penanganan, beberapa penjaga gawang termasuk Gianluigi Buffon dan Julio Cesar mengungkapkan kekhawatiran mereka atas bola yang tidak dapat diprediksi.
12. (Brazuca dan Brazuca Rio) Piala Dunia 2014, Brasil
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4207138/original/004684700_1666958691-Bola_Brazuca___Telstar_18.jpg)
Brazuca ataupun Bazuca Rio menjadi bola Piala Dunia pertama yang diberi nama berdasarkan pemungutan suara publik. Brazuca dibuat dari enam panel poliuretan yang diikat dan dihias dengan grafik yang hidup. Bola ini terinspirasi ileh pita Bahia, yaitu gelang keberuntungan tradisional Brasil yang terbuat dari benang warna-warni.
Tak seperti bola Jabulani yang dianggap gagal, Barzuca mampu menghindari jebakan tersebut setelah menjalani dua tahun pengujian ketat sebelum turnamen berlangsung. Sekali lagi, versi khusus pun diproduksi untuk grand final di Rio de Janeiro.
Brazuca standar memiliki kilasan warna hijau, merah, dan biru, sedangkan Brazuca Rio berganti warna menjadi hijau, emas, dan hitam.
13. (Telstar 18 dan Telstar 18 Mechta) Piala Dunia 2018, Rusia
Seolah mengingat kembali masa awal kejayaan Telstar tahun 1970, Adidas memperbarui desain Telstar klasik mereka untuk digunakan di Rusia. Alih-alih menggunakan 32 panel yang dijahit dengan tangan, Telstar 18 dimodernisasi hanya dengan enam panel yang terikat secara termal untuk menciptakan permukaan yang lebih bulat, lebih halus, dan lebih konsisten.
Seperti teradisi sebelumnya, desain alternatif pun dibuat untuk fase knockout dengan Telstar 18 Mechta, dalam bahasa Rusia berarti ambisi.
Satu-satunya perbedaan antara Telstar 18 dan Telastar 18 Mechta adalah bitnik-bintik merah pada cangkang desain permukaan bola.
14. Al Rihla) Piala Dunia 2022, Qatar
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4198725/original/063874100_1666319788-be6a08c7217a756755ca9a69703adeffbe8c3327ee7ca41e49e6e0c9429d9754.jpg)
Al Rihla adalah nama terjemahan dari bahasa Arab ke bahasa Inggris, berarti perjalanan. Bola ini memiliki desain 20 panel yang menurut Adidas terinspirasi oleh arsitektur, seni, dan bendera nasional negara tuan rumah, Qatar.
Untuk mengurangi hambatan udara, bola dibuat tampak benar-benar mulus dengan bentuk panel yang diikat secara termal serta perpaduan beberapa teknologi canggih lainnya. Al Rihla terinspirasi oleh kappa Dhow yang terkenal sebagai lambang negara Teluk.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4088728/original/065511800_1661420826-220713_BOLA__Mencari_Raja_Dunia_di_Timur_Tengah_S2.jpg)
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5379728/original/080061400_1760356827-20251013_140108.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3033050/original/073846700_1580099128-20200127--Melihat-Tes-SKD-CPNS-di-Jakarta-2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295706/original/066644800_1783939615-cek_fakta_-_prasetyo_hadi_umumkan_dana_pensiunan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/562395/original/img_jabulani-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293528/original/019700700_1783732096-spa11.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3491033/original/081375500_1624442715-000_APP2001111319916.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264052/original/051981800_1782069590-Spain_s_Lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8290659/original/010335100_1782151822-063_2282792467.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5244923/original/021052000_1749267836-marc.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8624685/original/076624500_1782618194-000_B8K274B.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8390580/original/090297700_1782270828-AP26174743606446.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294310/original/071433600_1783829242-ar12.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294280/original/068914000_1783828183-063_2285710148.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294767/original/085878900_1783865269-messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295343/original/020374400_1783926373-Argentina_fans.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290498/original/086362400_1783483404-Egypt_s_Mohamed_Salah__10__and_Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264052/original/051981800_1782069590-Spain_s_Lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8290659/original/010335100_1782151822-063_2282792467.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5244923/original/021052000_1749267836-marc.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8624685/original/076624500_1782618194-000_B8K274B.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294280/original/068914000_1783828183-063_2285710148.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294767/original/085878900_1783865269-messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295343/original/020374400_1783926373-Argentina_fans.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9290498/original/086362400_1783483404-Egypt_s_Mohamed_Salah__10__and_Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9293559/original/029478700_1783736101-campaz.jpg)