Piala Presiden Esports 2022 Jadi Momentum Pengembang Game Lokal

Ada tiga game lokal yang dikasih kesempatan unjuk gigi pada ajang Piala Presiden Esports 2022.

OlehThomas
Diterbitkan 26 Oktober 2022, 06:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta- Esports terus berkembang pesat di berbagai belahan dunia dalam beberapa tahun terakhir. Esports juga sudah diakui sebagai cabang olahraga dan ikut multievent bergengsi seperti Asean Games, SEA Games hingga PON.

Di Indonesia, esports juga sangat populer. Sayangnya masih didominasi game-game luar negeri. Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia, game esports lokal diharapkan mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Salah satu upaya agar game esports lokal bisa semakin digandrungi adalah melalui ajang Piala Presiden Esports 2022. Ajang ini memberi ruang bagi para pengembang (developer) game lokal untuk turut dipertandingkan dan lebih dikenal oleh pasar nasional.

Hal ini mengemuka dalam acara Media Talk Piala Presiden Esports 2022 Momentum Dorong Pertumbuhan Ekonomi Digital, yang digelar secara daring pada Selasa (25/10). Turut bergabung para narasumber yaitu Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif, Kemenparekraf RI Muhammad Neil El Himam, M.Sc, Staf Khusus Kesekjenan PB Esports Indonesia (PBESI), Debora Imanuella, CEO “Battle of Guardians” Alexander Andrew Halim, Senior Vice President BCA Norisa Saifuddin, dan Wakil Ketua Penyelenggara Piala Presiden Esports 2022 Matthew Airlangga.

Staf Khusus Kesekjenan PB Esports Indonesia (PBESI), Debora Imanuella, memahami bahwa di Indonesia tren gaming dan esports begitu besar. Sebagai salah satu komoditi yang diunggulkan, tak heran kalau akhirnya pemerintah mulai memperhatikan industri ini untuk terus dikembangkan agar nantinya bisa membuka banyak peluang untuk memajukan pertumbuhan ekonomi digital.

“Di PBESI ini kami sadar betul bahwa para gamer di Indonesia begitu masif. Hal ini yang bikin PBESI gencar untuk menyadarkan masyarakat bahwa di industri ini ada banyak peluang jenjang karier. Dari sini PBESI ingin memberikan kontribusi dalam perkembangan ekonomi digital dengan membuat akademi Garudaku, mendukung jalannya Piala Presiden Esports 2022, sampai membuka banyak kesempatan sebagai pilihan karier,” jelas Debora Imanuella.

Kesempatan

Berdasarkan data pada tahun 2021, pendapatan industri game di Indonesia mencapai 2,08 miliar dolar AS atau setara Rp30 triliun. Angka ini melonjak dari tahun 2020, tepatnya ketika pendapatan industri game di Indonesia mencapai USD 1,1 miliar atau setara Rp 15,7 triliun.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Besarnya pendapatan dari industri game saat ini sayangnya masih dinikmati developer luar negeri. Game lokal diharapkan juga mulai mengambil kue ini dan jadi salah satu kunci untuk mengembangkan sektor ekonomi digital melalui industri game. Dari tahun ke tahun Piala Presiden Esports menjadi ruang untuk unjuk gigi sejumlah game lokal; baik melalui turnamen atau showcase. Di tahun ini ada tiga game lokal yang dipertandingkan; Battle of Guardians, Battle of Satria Dewa, dan Lokapala. Harapannya Piala Presiden Esports 2022 bisa membawa game berkualitas dari tanah air untuk dikenalkan di Tanah Air serta menemukan pasar yang signifikan baik di Indonesia maupun di luar negeri. “Dulu, kami berangkat dari komunitas terlebih dahulu. Butuh waktu cukup lama bagi kami untuk memasarkan game Battle of Guardian hingga akhirnya mendapatkan kesempatan untuk masuk jadi cabang game di Piala Presiden Esports 2022. Tentu saja kami sangat berterimakasih atas kesempatan ini dan semoga kami bisa berkontribusi besar untuk perkembangan ekonomi digital Indonesia nantinya. Kami juga berharap bahwa dari ajang Piala Presiden Esports 2022, game Battle of Guardian bisa reach out ke komunitas gamers yang lebih besar lagi,” ungkap Alexander Andrew Halim selaku CEO Battle of Guardian.

Halaman
Show All
Thomas, AY YustiawanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan