Kerennya Stadion Education City, Venue Piala Dunia 2022 yang Bisa Berubah Warna saat Terkena Sinar Matahari

Education City Stadium yang menjadi venue Fase Grup hingga perempatan final memiliki keunikan tersendiri yakni salah satu stadion dengan pembangunan berkelanjutan terbaik dari aspek lingkungan hidup di dunia.

Diterbitkan 25 Oktober 2022, 21:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Piala Dunia 2022 Qatar tidak hanya menjadi panggung bagi pesepak bola terbaik di muka bumi saja. Ajang empat tahunan yang pertama kali digelar di Timur Tengah ini juga jadi arena pamer teknologi. 

Berbagai infrastruktur modern telah dibangun demi kelancaran perlehatan akbar tersebut. Salah satunya, kehadiran stadion-stadion yang menjadi venue bagi tim-tim yang akan bertanding. 

Salah satu stadion yang mengagumkan di Qatar adalah Education City Stadium. Bangunan ini jadi venue fase grup hingga perempat final Piala Dunia 2022.

Sama seperti Stadion Ahmad bin Ali, Stadion Education City juga terletak di kota Al Rayyan, Qatar.

Total ada delapan stadion yang akan menggelar laga Piala Dunia 2022 di Qatar pada 20 November hingga 18 Desember mendatang.

Terletak 13 kilometer dari pusat kota Doha, Education City Stadium terinspirasi bentuk geometris dari arsitektur Islam. Fasad stadion menampilkan segitiga berpola geometris kompleks, sehingga mirip berlian yang berubah warna jika terkena silau matahari.

Bangunan stadion ini adalah perpaduan sempurna antara arsitektur Islam dan modernitas.

“Bentuk geometris ini mendukung struktur stadion dan berfungsi sebagai lubang, untuk sirkulasi udara di stadion sekaligus mengatur suhunya,” kata Ali Al Dosari, Direktur Manajemen Fasilitas Education City Stadium.

Sesuai namanya, Educational City Stadium memang terletak di kawasan bernama Educational City. Kawasan tersebut difungsikan oleh pemerintah Qatar sebagai daerah akademis.

Area sekitar stadion adalah rumah dari Qatar Foundation for Education, Science, and Community Development. Dengan kata lain, etos kerja akademis dan inovatif bisa sangat dirasakan di sini.

Terlebih, Education City Stadium memang berada di tengah-tengah sejumlah universitas ternama di Qatar. Jadi setelah Piala Dunia selesai, stadion ini akan dialihfungsikan untuk kegiatan-kegiatan masyarakat sekitar, khususnya mahasiswa

Stadion ini dianggap sebagai salah satu stadion dengan pembangunan berkelanjutan terbaik dari aspek lingkungan hidup di dunia.

Memanfaatkan Iklim

Salah satunya adalah desain yang memanfaatkan iklim untuk mempertahankan temperatur di dalam stadion tetap nyaman.

Stadion yang dirancang oleh desainer asal Spanyol, Fenwick-Iribarren Architects and Pattern Design mulai dibangun pada 2016 dan resmi dibuka pada Februari 2020.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Setelah diresmikan, stadion ini pernah menjadi venue untuk beberapa pertandingan sepak bola besar. Salah satunya adalah partai semifinal Liverpool pada helatan FIFA Club World Cup 2019. Selain itu stadion ini juga pernah dipakai selama FIFA Arab Cup 2021. Pembangunan Education City Stadium ini juga menggunakan material ramah lingkungan, yang 85 persen di antaranya merupakan produk dari Timur Tengah dan produk lokal, serta dari material daur-ulang. Beberapa fitur lain yang mendukung adalah aliran air yang rendah, sistem irigasi yang efisien, serta adanya tanaman lokal di sekitar, dan penggunaan sistem lampu LED yang hemat energi. Stadion ini juga menawarkan sensor karbon dioksida untuk memastikan ventilasi dan kualitas udara di dalam ruangan. Stadion Education City pun dirancang agar para pengguna meminimalkan konsumsi air.

Halaman
Show All
Yo Kavya, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan