Kisah Korea Utara Mengejutkan Dunia dengan Mengalahkan Italia di Piala Dunia 1966

Piala Dunia 1966 tak hanya soal Inggris jadi juara. Tapi, di babak grup, ada Korea Utara yang menjungkalkan Italia.

Diterbitkan 12 Oktober 2022, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Piala Dunia 2022 tinggal sebentar lagi. Perhatian para pencinta sepak bola dunia akan tertuju ke Qatar. Berbagai drama bakal kembali akan mewarnai turnamen sepak bola paling akbar sejagat raya itu. 

Setiap edisi Piala Dunia punya kisah sendiri. Seperti Piala Dunia 1966 yang kerap menyajikan cerita soal Inggris yang menjadi kampiun di tanah mereka sendiri. Di luar itu, sebagian orang [mungkin] juga tidak akan pernah melupakan kisah Korea Utara yang mengirim Italia pulang dengan rasa malu.

Sebetulnya, tak ada yang bakal menduga Italia pulang dengan kegagalan. Terlebih, label juara dua Piala Dunia sudah mereka gamit saat tiba di Inggris.

Belum lagi di babak penyisihan grup, Italia yang tergabung dengan Uni Soviet, Chili, dan Korea Utara, di atas kertas akan mengunci satu tempat di babak gugur.

Italia mengawali Piala Dunia 1966 dengan apik. Bersua Chili di Roker Park, Sunderland, Gli Azzurri menang 2-0 berkat gol Sandro Mazzola dan Paolo Barison.

Punya modal kemenangan di laga perdana, Italia menatap pertandingan kedua dengan percaya diri. Wajar saja, skuad besutan Edmondo Fabbri bermaterikan pemain-pemain muda yang rata-rata dari mereka baru mentas di Piala Dunia 1966.

Hanya, Italia mungkin lupa bahwa nama besar saja tak cukup untuk berbicara di panggung Piala Dunia. Dan di laga kedua, mereka bertemu Uni Soviet yang punya pemain berpengalaman.

Sebut saja, Valery Voronin, Galimzyan Khusainov dan Lev Yashin. Adapun untuk nama yang disebutkan belakangan, penjaga gawang Uni Soviet ini sudah mentas di dua edisi Piala Dunia 1958 dan 1962 dengan catatan 9 penampilan alias terbanyak di antara kompatriotnya.

Hasil akhir kemudian menelurkan Uni Soviet sebagai pemenang. Italia diiris tipis oleh Yashin dan kolega dengan skor 1-0 dan dengan demikian, Italia membutuhkan kemenangan untuk melaju ke babak gugur.

 

 

Italia vs Korea Utara

Italia mengusung misi bangkit di laga pemungkas grup. Satu kemenangan akan membawa mereka lolos ke babak perempat final menemani Uni Soviet.

Menghadapi Korea Utara, tak ada yang aneh sebetulnya. Sebab, selain berstatus kuda hitam, Korea Utara sudah digebuk duluan olah Uni Soviet di laga perdana babak grup dengan skor 0-3 dan bermain imbang 1-1 dengan Chili.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Tapi, prediksi di atas kertas nyatanya berbanding terbalik dengan fakta di lapangan. Korea Utara yang tampil tanpa beban mampu membuat Italia ketar-ketir. Sial buat Italia, saat mereka berusaha keluar dari tekanan, Giacomo Bulgarelli harus menyudahi laga lebih awal. Bukan lantaran kartu merah melainkan cedera. FYI, saat Piala Dunia 1966, belum ada pergantian pemain karena cedera. Alhasil, Italia bermain hanya dengan 10 pemain saja. Unggul jumlah pemain, Korea Utara digdaya. Mereka melancarkan serangan demi serangan dan akhirnya berbuah gol. Memasuki menit ke-42, Korea Utara membuka keunggulan via Pak Doo-Ik. Oleh pemain yang barusan disebut, melepaskan tembakan keras yang ia kirim ke sudut kiri gawang Enrico Albertosi.

Halaman
Show All
Alan Kusuma, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan