Sukses

Stadion Kanjuruhan Luput dari Verifikasi, Apa yang Berubah dari PT LIB?

Liputan6.com, Jakarta Mantan Chief Operation Officer PT Liga Indonesia Baru, Tigorshalom Boboy ikut prihatin melihat tragedi Kanjuruhan yang merenggut hingga 130 korban jiwa. Enam orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini, termasuk Direktur Utama (Dirut) PT Liga Indonesia Baru, Akhmad Hadian Lukita. 

PT LIB merupakan operator kompetisi di bawah PSSI yang bertugas menggelar kompetisi, termasuk Liga 1.

Dalam tragedi ini, Akhmad dianggap bersalah karena tidak melakukan verifikasi terhadap Stadion Kanjuruhan pada tahun. Verifikasi terhadap markas Arema itu terakhir kali dilakukan pada tahun 2022. 

Dari pengalaman sebelumnya, Tigor mengatakan, verifikasi lazim dilakukan setiap tahun menjelang liga bergulir. Ini merupakan kegiatan yang rutin untuk menentukan kelayakan sebuah klub ikut kompetisi. 

Di luar masalah safety and security, setidaknya ada empat bagian yang selalu dicek di awal musim. Mulai dari,  lapangan, ruangan dalam stadion, fasilitas pendukungnya, dan yang terakhir adalah lampu.

"Empat elemen ini yang selalu diperiksa saat melakukan verifikasi. Pemeriksaan juga tidak selalu di awal musim, bisa saja saat liat di tv menemukan ada kejadian seperti lapangan banjir, PT LIB kemudian melakukan verifikasi on the spot," ujar Tigor saat dihubungi Liputan6.com, Jumat (7/10/2022).

"Karena setelah verifikasi di awal, kondisinya belum tentu tetap bagus kan sepanjang musim. Kalau ada masalah yang terlihat, kan harus turun juga untuk melakukan verifikasi lagi," beber Tigor.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 4 halaman

Aspek-aspek Verifikasi

Selama bertugas di PT LIB, Tigor sebagai juga mengaku kerap turun ke lapangan melakukan verifikasi secara langsung. Tidak hanya menilai kelayakan stadion, tapi aspek keselamatan dan keamanan juga.

"Untuk safety dan security, saya biasanya mengajak Nugroho Setiawan (security officer berlisensi FIFA) dari PSSI. Kalau menemukan akses seperti pintu di stadion yang bermasalah atau hal-hal yang sifatnya untuk safety and security lainnya tidak dilengkapi, kami juga harus minta pandangan ahli," katanya. 

"Selain di awal musim, verfikasi juga selalu dijalankan saat ada laga yang dianggap beresiko tinggi." 

 

3 dari 4 halaman

Apa yang Berubah?

Sebelum kompetisi Liga 1 2022/2023 berulir, PT LIB sebenarnya melakukan verifikasi terhadap beberapa stadion yang menjadi markas klub peserta. Salah satunya adalah Stadion Gelora BJ Habibie, di Parepare, Sulawesi Selatan. Stadion berkapasitas 20 ribu itu musim ini digunakan oleh klub PSM Makassar.

Selain itu, PT LIB juga melakukan verifikasi terhadap Stadion Indomilk Arena di Tangerang. Musim ini, stadion berkapasitas 15 ribu itu digunakan oleh dua klub, yakni Persita Tangerang dan Dewa United.

Terkait dengan tragedi Kanjuruhan, Tigor menilai PT LIB juga seharusnya melakukan verifikasi terhadap Stadion Kanjuruhan. Namun dia belum bisa memastikan, apakah itu merupakan kelalaian petugas atau memang ada sistem di LIB yang berubah. Tigor hanya bisa menyampaikan, kalau dalam menjalankan fungsi verifikasi, PT LIB selaku operator Liga juga saat ini beririsan dengan PSSI selaku federasi.

"Yang buat regulasi keselamatan dan keamanan di stadion, ya mereka PSSI. Satu lagi, regulasi stadion juga dari PSSI. Yang saya tahu ini, kedua lembaga ini melakukan verifikasi sendiri-sendiri," kata Tigor. 

 

4 dari 4 halaman

Bukan Stadion Berbahaya

Seperti diketahui, tragedi Kanjuruhan dipicu bentrok antara suporter yang turun ke lapangan dan polisi yang berjaga pada laga Arema Vs Persebaya. Tembakan gas air mata membuat para penonton yang berada di tribun panik hingga buru-buru berlari menuju pintu keluar. Namun tidak seluruh pintu ternyata terbuka saat kejadian. Akibatnya penonton menumpuk di sejumlah tempat hingga terjadi desak-desakan.

Mengenai hal ini, Tigor menyampaikan kalau kondisi stadion Kanjuruhan sebenarnya tidak terlalu berbahaya untuk menggelar pertandingan. Akses pintu keluarnya juga terbilang banyak. "Tapi memang dari fakta-fakta yang ditemukan kemarin, banyak pintu yang tertutup. Itu kan orangnya bukan stadionnya. Karena dari dulu stadionnya tidak banyak berubah, seperti itu-itu saja," beber Tigor menambahkan. 

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.