Tragedi Kanjuruhan Malang, Erick Thohir dan FIFA Bahas Perbaikan Sepak Bola Indonesia

Menteri BUMN RI Erick Thohir bertemu Presiden FIFA Gianni Infantino di Doha, Qatar, Rabu (5/10/2022). Pada kesempatan tersebut, Erick menerima ucapan duka atas tragedi Kanjuruhan Malang.

Diperbarui 08 Oktober 2022, 09:42 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Erick Thohir juga menyampaikan salam dan surat khusus dari Presiden Joko Widodo kepada Presiden FIFA.

Ancaman Sanksi FIFA

Pada tragedi Kanjuruhan, penggunaan gas air mata oleh petugas jadi sorotan banyak pihak. Pasalnya, tindakan ini dianggap telah melanggar aturan FIFA pasal 19 Stadium Safety and Security Regulations. Pada poin b memang disebutkan tidak boleh membawa atau menggunakan senjata api dan “gas air mata”. 

Hanya saja, berkaca dari kejadian-kejadian sebelumnya, FIFA belum pernah menjatuhkan sanksi dalam peristiwa seperti ini. Dari 10 tragedi terkelam dalam sepak bola, tidak satupun negara yang mendapat sanksi dari otoritas sepak bola dunia tersebut. Bahkan pada tragedi terburuk Estadion Nacional 1964. 

Dalam insiden ini, jumlah korban jauh lebih besar, yakni 328 jiwa. Mereka tewas setelah kericuhan pecah pada pertandingan babak kualifikasi kedua Olimpiade Tokyo yang mempertemukan Argentina vs Peru.

Seperti halnya tragedi Kanjuruhan, aparat keamanan dalam tragedi ini juga sempat melepaskan gas air mata ke kerumunan. Ribuan suporter pun kocar-kacir melarikan diri dari stadion. Nahas, jalan keluar terkunci rapat. Gas air mata yang kian banyak memicu histeria massa dan kehancuran besar.

Dua orang dinyatakan bersalah. Mereka adalah Jorge Azambuja (komandan polisi yang memerintahkan penembakan gas air mata) dan Benjamin Castaneda (hakim yang menangani kasus). Azambuja dihukum 30 bulan penjara, sedangakan Castaneda didenda karena terlambat menyerahkan laporan. 

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Harley Ikhsan, ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan