Ajukan Somasi Terbuka, Aremania Layangkan 9 Gugatan Usai Tragedi Kanjuruhan Malang

Pendukung Arema FC, Aremania, mengajukan somasi terbuka selepas tragedi Kanjuruhan Malang. Jika tuntutan tidak dipenuhi, Aremania bakal menempuh jalur hukum sesuai undang-undang yang berlaku.

Diperbarui 04 Oktober 2022, 19:47 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pendukung Arema FC, Aremania, mengajukan somasi terbuka selepas tragedi Kanjuruhan Malang. Jika tuntutan tidak dipenuhi, Aremania bakal menempuh jalur hukum sesuai undang-undang yang berlaku.

Tim Pendampingan Bantuan Hukum Aremania berkedudukan di Jalan Kembang Kertas IV Kav. 09, Jatimulyo, Lowokwaru, Kota Malang.

"Kami mengharap itikad baik dari para pihak yang bertanggung jawab untuk segera memenuhi seluruh tuntutan kami. Apabila dalam waktu 3x24 jam tidak ada itikad baik para pihak tersebut, maka kami akan menempuh jalur hukum yang diperlukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku," tulis tim kuasa hukum Aremania dalam rilis yang diterima Liputan.com.

Pada keterangannya, Aremania menyatakan suasana masih kondusif meski beberapa suporter memasuki lapangan dan menghampiri pemain. Saat itu mereka hanya ingin menyemangati Evan Dimas dan kawan-kawan yang baru saja menderita kekalahan 2-3. Menurut Aremania, hal ini merupakan tradisi yang dilakukan suporter.

"Ini fakta di lapangan menurut beberapa laporan saksi mata dan para pemberi kuasa. Juga sesuai dengan keterangan yang diberikan oleh para pemain Arema FC, situasi dan kondisi masih sangat kondusif. Bahkan suporter yang berada di tribun juga memberikan tepuk tangan sebagai bentuk apresiasi pada tim kebanggaannya," papar keterangan.

Kondisi berubah ketika aparat keamanan bertindak represif dengan melakukan pemukulan dan penendangan suporter yang ada di lapangan. Aksi aparat keamanan ini (Polri dan TNI) kemudian mendapatkan reaksi dari suporter.

Reaksi dari suporter tersebut mendapatkan respon kembali dari Polri dengan melakukan penembakan gas air mata, tidak saja kepada massa yang berkerumun di dalam lapangan, tetapi juga secara membabi-buta kepada penonton yang masih berada di tribun.

Hal tersebut menimbulkan kepanikan luar biasa karena tebalnya asap gas air mata. Para penonton kemudian berlarian dan berdesak-desakkan untuk mencari pintu keluar. Namun kenyataannya pintu keluar tertutup, mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka. Kondisi ini diperparah dengan penuh sesaknya penonton.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

"Seluruh perangkat pertandingan terkait, serta pihak-pihak lain yang berkepentingan harus melakukan upaya penyelidikan, penyidikan dan proses penegakan hukum secara tegas, agar tragedi sepak bola seperti ini tidak lagi terjadi, apalagi membawa korban jiwa," jelas suporter Singo Edan.

Halaman
Show All
Harley Ikhsan, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan