Cari Tahu Asal Usul, Sejarah dan Induk Organisasi Tenis Meja

Tenis meja adalah permainan bola kecil yang dimainkan di dalam ruang.

Diterbitkan 04 Oktober 2022, 09:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Kompetisi ini mulai menyebar ke negara bagian di Eropa pada tahun 1939. Kejuaraan dunia tahunan tenis meja telah melibatkan lebih dari 800 pemain dari berbagai benua. Tak hanya itu, ITTF juga telah menyetujui 80-90 turnamen internasional setiap tahunnya.

Pada pertengahan 1950, Asia mulai bergabung untuk mengikuti ajang kompetisi tenis meja. Pada kompetisi ini, benua Asia telah didominasi oleh atlet asal Cina. Popularitas permainan tenis meja di Cina dikenal sebagai “diplomasi ping pong”.

Padahal awal mula tercipta permainan ini hanya dimainkan oleh kaum bangsawan guna mengisi waktu luang mereka sesaat setelah selesai makan malam bersama. Alat yang digunakan cukup sederhana, hanya menggunakan buku sebagai net dan bola yang terbuat dari karet.

Induk Organisasi Tenis Meja Dunia

Permainan bola kecil ini mulai merekah ke berbagai belahan dunia, hingga terciptalah induk organisasi tenis meja dunia.

Sejarah induk organisasi tenis meja berawal pada tahun 1926, tepatnya 15 Januari 1926. Dimana beberapa negara asosiasi tenis meja, seperti Inggris, Austria, Jerman dan Hungaria memusat ke Berlin untuk mendirikan International Table Tennis Federation (ITTF).

Awal mula terbentuknya induk organisasi tenis meja internasional, yakni ITTF diprakarsai oleh Dr. George Lehmen asal Jerman.

Kala itu, Ivor Montagu terpilih sebagai presiden pertama bagi induk organisasi tenis meja dunia, yakni ITTF. Latar belakang Montagu ialah seorang penulis, pembuat film dan aktivis Inggris pada tahun 1930-an, serta pemain tenis.  

Beberapa hari setelah diresmikan, segala bentuk peraturan dalam permainan tenis mulai disahkan. Terdapat aturan terkait permainan tenis meja dengan maksud tujuan untuk mengatur turnamen internasional.

Saat ini ITTF resmi menjadi badan pengatur olahraga tenis meja yang telah memiliki 226 anggota asosiasi di dunia. Organisasi ini berperan penting untuk mengawasi segala aturan dan mengembangkan, serta memajukan olahraga tenis meja.

Induk Organisasi Tenis Meja Indonesia

Tenis meja pertama kali masuk ke Indonesia sekitar tahun 1930-an. Kala itu, permainan ini biasa dimainkan di tempat pertemuan umum orang Belanda di Indonesia. Tempat ini dikenal dengan sebutan societeit.

Mulailah pada tahun 1940, tenis meja dimainkan oleh masyarakat Indonesia yang diperkenalkan langsung oleh golongan pegawai negeri Indonesia asli saat itu.

Induk organisasi tenis meja di Indonesia adalah Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI). Induk organisasi tenis meja di Indonesia pertama dikenal dengan nama Persatuan Ping Pong Seluruh Indonesia (PPPSI).

Persatuan Ping Pong Seluruh Indonesia (PPSI) didirikan pada tahun 1936, sebelum akhirnya diganti dengan PTMSI pada tahun 1958.

PTMSI sendiri memiliki tujuan utama, yakni mencapai prestasi olahraga tenis meja secara optimal, meningkatkan kualitas manusia Indonesia dan mengokohkan persatuan dan kesatuan bangsa melalui pembinaan olahraga secara nasional, serrta membina persahabatan antarbangsa melalui olahraga tenis meja.

PTMSI tentu saja telah berafiliasi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Southeast Asian Table Tennis Association (SEATTA), Asian Table Tennis Union (ATTU), serta International Table Tennis Federation (ITTF).

PTMSI resmi menjadi anggota dari Internasional Table Tennis Federation (ITTF) pada tahun 1961 dan menjadi anggota ke-73.

Sejak tahun 1963, PTMSI tak pernah melewati kejuaraan dunia yang diselenggarakan oleh ITTF. PTMSI pertama kali berpartisipasi pada kejuaraan dunia yaitu di Praha tahun 1963.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Haya Aulia, ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan