Graham Potter Latih Chelsea, Ini Harapan Pierre-Emerick Aubameyang

Pierre-Emerick Aubameyang mengaku sedih akibat pemecatan Thomas Tuchel dari Stamford Bridge. Walau begitu, eks pemain Arsenal dan Barcelona itu ingin timnya bisa cepat-cepat beradaptasi dengan pola permainan manajer baru mereka, Graham Potter.

Diterbitkan 15 September 2022, 12:16 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Debut Potter

Tak heran jika Aubameyang kini merasa agak tertekan. Meski sudah berada di bawah asuhan manajer baru, ia dan kawan-kawannya belum mampu mempersembahkan kemenangan bagi Chelsea di Liga Champions.

Debut Graham Potter dalam matchday kedua Grup E kontra RB Salzburg yang berlangsung di Stamford Bridge pada Kamis (15/9/2022) hanya berakhir seri.

The Blues sejatinya mampu memimpin lebih dulu berkat aksi Raheem Sterling pada menit ke-48. Akan tetapi, RB Salzburg di bawah komando Matthias Jaissle sanggup mencetak angka penyeimbang lewat Noah Okafor di menit 75.

Hasil tersebut membuat Chelsea berada di posisi buruk. Cesar Azpilicueta dan kolega terjerembap di dasar klasemen sementara Grup E dengan torehan satu poin yang didapat dari satu kekalahan dan satu hasil imbang.

Salah Ambil Keputusan

Legenda Manchester United (MU) Paul McGrath sempat menyebut Chelsea salah ambil keputusan lantaran memilih mendatangkan Potter sebagai suksesor Tuchel di Stamford Bridge. Eks pemain berusia 62 tahun itu menilai The Blues seharusnya merekrut free agent terbaik sekelas Zinedine Zidane atau Mauricio Pochettino ke London Barat.

“Ketika Anda adalah Chelsea dan Anda membutuhkan seorang manajer, sebagai klub yang menjadi kampiun Eropa (Liga Champions) tahun lalu dan juara Piala Dunia Antarklub, Anda harusnya mendapatkan yang terbaik,” tulis McGrath dalam Sunday World.

“Saat ini, manajer terbaik yang tersedia adalah Zinedine Zidane atau Mauricio Pochettino. Alih-alih mengejar mereka yang berstatus sebagai free agent, Chelsea justru membayar total 22 juta poundsterling untuk memutus kontrak Potter dan staf pelatihnya di Brighton. Itu tidak masuk akal buat saya,” sambungnya.

Ingin ke Timnas Prancis

McGrath tak menampik bahwa Zinedine Zidane saat ini lebih tertarik dengan jabatan pelatih di Timnas Prancis. Manajer berkepala plontos itu memang dikabarkan masih menunggu kesempatan hingga Piala Dunia 2022 berakhir.

Akan tetapi, Chelsea punya sumber daya cukup untuk membuat Zidane berubah pikiran. Klub yang finis di peringkat tiga klasemen akhir Liga Inggris musim lalu itu bisa saja menawarkan upah besar demi menggaet minat eks juru taktik Real Madrid.

“Saya tahu Zidane nampaknya ingin menunggu lowongan di Tim Nasional Prancis pasca putaran final Piala Dunia. Akan tetapi, Chelsea tidak kekurangan uang untuk mengubah pendirian sang pelatih (Zidane),” pungkas McGrath.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Theresia Melinda Indrasari, ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan