Jersey Ikonik Kamerun di Piala Dunia 2002 yang Bikin FIFA Geram

Piala Dunia 2002 banyak menghasilkan kejutan. Salah satunya adalah jersey Kamerun yang tanpa lengan. Ini membuat FIFA geram. Namun, jersey dari Puma itu menjadi ikonik karena dianggap sebagai terobosan.

Diterbitkan 02 September 2022, 10:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Konfederasi Sepakbola Afrika (CAF) ketika itu tidak mempermasalahkan penggunaan jersey tanpa lengan.

Seragam gaya basket itu, memberi keberuntungan saat Kamerun mengalahkan Senegal melalui adu penalti untuk merebut Piala Afrika yang keempat kalinya di depan 50.000 penggemar di ibukota Mali, Bamako.

Diakali

Meski begitu, akhirnya Puma lalu mengakalinya dengan menambahkan bahan berwarna hitam di bagian lengan timnas Kamerun. Jadinya seperti seragam sepakbola pada umumnya.

Sayangnya, meski tetap mengenakan jersey yang sama, keberuntungan Kamerun yang satu grup dengan Jerman, Irlandia dan Arab Saudi tidak terulang. Singa-Singa Afrika itu tampil mengecewakan

Bergabung dengan Jerman, Irlandia, dan Arab Saudi, Kamerun hanya finis di peringkat 3 klasemen akhir. Mereka hanya bisa bermain imbang dengan Irlandia, mengalahkan Saudi, dan dikalahkan Jerman.

Rumor pembagian fee dan bonus yang tidak jelas disinyalir menjadikan Kamerun seperti singa ompong lantaran harus tersisih dengan memalukan.

Menariknya, meski disemprot oleh FIFA, terobosan Puma dengan jersey Kamerun ternyata sempat menjadi tren beberapa tahun setelah Piala Dunia 2002. Produk itu ditiru apparel lain karena pemakainya dianggap gagah.

Ditiru

Produsen alat olahraga asal Amerika Serikat, Nike, misalnya di kemudian hari sempat meluncurkan jersey latihan tanpa lengan untuk sejumlah klub Eropa seperti Barcelona, Manchester United, hingga Inter  Milan. Tim nasional Indonesia era Alfred Riedl juga sempat memiliki jersey latihan seperti itu.

Kreatifitas Kamerun soal jersey, yang bagi FIFA adalah ‘kenakalan’ juga berulang dua tahun kemudian pada Piala Afrika 2004.

Rigobert Song cs mengenakan kostum ketat yang diklaim FIFA hampir menyerupai baju senam (unitard).

Kala itu, jersey Kamerun yang berwarna hijau tua menyatu dalam jahitan yang sama dengan celana layaknya kostum penari balet.

Kostum aneh itu kembali menjadi sasaran empuk FIFA yang melarangnya memakai kostum itu pada putaran kedua.

Didenda

FIFA pun pada akhirnya menjatuhkan sanksi tegas kepada Kamerun dengan mengurangi 6 poin dan denda 154 ribu dollar.

Puma setelah sanksi tegas dari FIFA berusaha menggugatnya di meja hijau. Menurut pihak Puma, dalam Laws of the game FIFA tidak ada peraturan yang menyebutkan sebuah tim harus mengenakan atasan dan bawahan yang terpisah.

Lebih jauh, Puma bahkan sempat menuding ada persaingan usaha di dalam keputusan FIFA tersebut. Puma menganggap bahwa appareal Adidas ada di balik sanksi FIFA tersebut. Hal ini lantaran kedekatan FIFA dengan Adidas di banyak program sepak bola.

Menariknya, setelah pengadilan itu berakhir, FIFA membatalkan sanksi pengurangan enam poin kepada Kamerun. Jersey tanpa lengan yang dikenakan Kamerun pada Piala Dunia 2002 tetap dianggap ikonik dan tak terlupakan.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Yo Kavya, Bogi TriyadiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan