Sukses

Bola Ganjil: Pimpin Klasemen di Paruh Musim Bukan Jaminan Jadi Juara Dunia MotoGP

Liputan6.com, Jakarta - Fabio Quartararo menunjukkan ambisi besar pada persaingan MotoGP 2022. Sosok berkebangsaan Prancis itu bertekad mempertahankan gelar juara dunia dengan memimpin klasemen sementara. 

Mengoleksi 172 angka, pembalap Monster Energy Yamaha ini unggul 21 poin atas rider Aprilia Aleix Espargaro. Sementara runner-up musim lalu Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo) tercecer 66 nilai.

Dengan persaingan sudah melewati pertengahan kompetisi, Quartararo layak diunggulkan bisa kembali berjaya. Statistik pun mendukung para pimpinan klasemen. Sebanyak 85 persen para juara dunia pada era MotoGP merupakan pembalap yang menduduki urutan teratas tabel di paruh musim.

Meski begitu, Espargaro dan Bagnaia tidak boleh berkecil hati. Sejarah menunjukkan mereka yang tertinggal masih berpeluang menduduki takhta. Ada tiga nama yang pernah melakukannya.

Salah satunya tidak lain sang legenda Valentino Rossi. Pada pertengahan 2008, dia tertinggal empat angka dari Dani Pedrosa walau mengoleksi satu kemenangan lebih banyak.

Rossi mendapat momentum ketika Pedrosa terjatuh saat memimpin seri ke-10 MotoGP Jerman. Casey Stoner keluar sebagai pemenang balapan dengan Rossi jadi runner-up.

Pedrosa juga gagal mendapat mendulang poin pada ajang berikutnya di Laguna Seca, Amerika Serikat, akibat cedera yang diderita Sachsenring.

Rossi akhirnya memastikan gelar juara dunia di MotoGP Jepang dengan kompetisi menyisakan tiga balapan. Kesuksesan memenangkan lima gelaran beruntun membawanya jauh melampaui Pedrosa, yang mengakhiri musim di peringkat tiga.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 3 halaman

Jorge Lorenzo

Rekan setim Rossi, Jorge Lorenzo, mengikuti jejak sang rival pada musim 2015. Saat itu dia tertinggal 13 angka dari Rossi, yang saat itu selalu sukses naik podium, hingga paruh musim.

Lorenzo mampu menyalip Rossi karena lebih konsisten pada pertengahan kedua kompetisi. Rossi sendiri sial karena harus memulai balapan pamungkas di Valencia dari posisi terakhir. Dia terkena hukuman karena terlibat insiden dengan Marc Marquez pada seri sebelumnya di Sepang.

Di klasemen akhir, Lorenzo memimpin lima angka atas Rossi.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

3 dari 3 halaman

Joan Mir

Secara peringkat, Joan Mir berada di bawah Rossi dan Lorenzo pada klasemen paruh musim. Dia terdampar di peringkat empat edisi 2020, tertinggal dari Andrea Dovizioso, Quartararo, dan Maverick Vinales. Meski begitu, Mir sebenarnya tidak tertinggal jauh karena cuma defisit empat angka.

Namun, performa ketiga pesaing jauh menurun selepas pertengahan kampanye. Sementara Mir sangat konsisten dengan catatan empat podium, termasuk memenangkan seri Eropa di Valencia, pada tujuh seri penutup.

Kinerjanya sangat kontras dengan para rival. Dovizioso (peringkat 4), Vinales (6), dan Quartararo (8) bahkan gagal masuk tiga besar klasemen akhir.