Mauricio Pochettino Sebut PSG Terlalu Terobsesi dengan Liga Champions

Mauricio Pochettino buka suara soal perpisahannya dengan PSG. Ia menyebut Les Parisiens sangat terobsesi dengan Liga Champions. Kegagalan mengantar PSG menjuarai kompetisi sepak bola elite Eropa pun disinyalir menjadi salah satu alasan di balik pemecatannya.

Diterbitkan 02 Agustus 2022, 13:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Eks pelatih Paris Saint-Germain (PSG) Mauricio Pochettino buka suara soal kepergiannya dari Les Parisiens. Juru taktik asal Argentina itu mengakui bahwa kegagalan dalam Liga Champions menjadi faktor kuat di balik pemecatannya.

Seperti diketahui, PSG tak mampu melangkah jauh dalam kompetisi sepak bola elite Eropa. Meski berjaya di kancah domestik, skuad asuhan Mauricio Pochettino justru terdepak di babak 16 besar Liga Champions usai kalah agregat 2–3 dari Real Madrid.

Pochettino menilai Paris Saint-Germain memang sangat terobsesi dengan kesukesan di Liga Champions. Kompetisi-kompetisi lainnya cenderung tak dianggap terlalu spesial lantaran besarnya dominasi PSG di kancah sepak bola Prancis.

“Semuanya (di PSG) berfokus pada Liga Champions, dan terkadang hal itu bisa sedikit mengganggu,” ujar Pochettino kepada media Argentina Infobae, seperti dilansir dari Marca.

“Tuntutan itu nampaknya hanya ada dalam persiapan untuk (menghadapi) pertandingan Eropa (Liga Champions). Kompetisi lainnya seolah diterima begitu saja (tak terlalu dianggap penting),” sambung eks juru taktik Tottenham Hotspur.

“Liga Champions merupakan obsesi (PSG). (Pencapaian) apapun di bawah menjuarai Liga Champions dianggap sebagai kegagalan. Seiring dengan berjalannya proyek itu, kesabaran (pihak klub) menjadi kurang. Harapan mereka makin tinggi, padahal ada keadaan lain yang harus dipertimbangkan,” pungkas Pochettino.

Pochettino sejatinya sukses mengantar PSG keluar sebagai kampiun Ligue1 musim lalu. Les Parisiens di bawah asuhannya sanggup mendominasi klasemen akhir Liga Prancis dengan torehan 86 poin, terpaut 15 angka dari Marseille di tempat kedua.

Sayangnya, prestasi tersebut tak cukup membuat Pochettino bertahan di Paris Saint-Germain. Petinggi Les Parisiens pun mendepak pelatih asal Argentina dan menunjuk sosok baru untuk menggantikan posisinya di Parc des Princes.

Beda dengan Manchester City

Pochettino menyayangkan sikap PSG yang terkesan tidak sabaran. Kondisi ini jauh berbeda dengan Manchester City yang juga takluk dari Real Madrid di Liga Champions.

Meski gagal berjaya, manajemen The Citizens masih memberi kepercayaan bagi Pep Guardiola. Sang pelatih asal Spanyol bahkan diizinkan membeli mesin pencetak gol, Erling Haaland, dalam bursa transfer musim panas tahun ini.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

“Ada tim-tim seperti Liverpool atau Manchester City, yang memiliki proyek jangka panjang dengan menawarkan kepercayaan,” ujar Pochettino kala membandingkan mantan klubnya dengan raksasa Liga Inggris. “Kami menang kejuaraan (Ligue1) bersama PSG dengan keunggulan 15 poin. Kemudian, kami kalah dari Real Madrid (di Liga Champions) dan kami tahu akan ada masalah akibat hal ini.” “City juga tersingkir ketika melawan Real Madrid lewat tiga gol dalam kurun waktu lima menit. Namun pada minggu berikutnya, mereka membeli Haaland dan memberi kesempatan bagi pelatih untuk bangkit serta mencari solusi,” katanya, dilansir dari MozzartSport. * BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Halaman
Show All
Theresia Melinda Indrasari, AY YustiawanTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan