Puncak Kasus Covid-19 Diprediksi di Atas 20 Ribu, Ini Antisipasi Kemenkes

Kemenkes mengantisipasi puncak kasus Covid-19 di Indonesia yang diprediksi di angka 20.000 per hari pada Juli 2022.

Diterbitkan 21 Juli 2022, 22:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

"Ya kan baru tiga kasus, yakni satu dari Bali dan dua dari Jakarta. Semuanya (gejala) ringan-ringan kok, sudah selesai isoman," papar Syahril yang juga Direktur Utama RS Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso Jakarta.

"Dan juga sudah dilakukan pelacakan kasus, baik yang di Bali maupun di Jakarta. Surveilansnya dari dinas kesehatan, itu kan subvarian baru. Nah, nanti kalau ada yang positif, nanti kita laporin ke publik ya."

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Diamati dan dianalisa

Terkait apakah varian BA.2.75 membuat kasus Covid-19 melesat di atas 20.000, Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin menyatakan masih perlu diamati dan dianalisis lebih jauh. Karena, data-data yang ada sekarang belum terlihat seberapa besar penularan varian BA.2.75.

Kementerian Kesehatan masih terus meneliti subvarian 'anakan' Omicron ini. "(Peningkatan kasus) BA.2.75 untuk sementara kita masih keep dulu, karena BA.2.75 baru ada di India ya, di sana yang paling banyak," kata Budi Gunadi, belum lama ini.

"Kita memang sudah ketemu tiga kasus, yakni satu orang di Bali dan dua orang di Jakarta. Tapi, sampai sekarang kita belum kelihatan polanya seberapa cepat dia naiknya dibandingkan dengan BA.4 dan BA.5."

Walau karakteristik varian Omicron BA.2.75 masih memerlukan pengamatan, Budi Gunadi mengungkapkan varian BA.4 dan BA.5 saat ini masih lebih tinggi kenaikannya. Kedua subvarian itu juga sudah mendominasi varian COVID-19 di Indonesia.

"Kalau sementara, kita lihat sampai saat ini, BA.4 dan BA.5 masih lebih tinggi kenaikannya," ucapnya.

 

Jemaah haji

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan prediksi puncak Covid-19 masih akan diamati lebih lanjut. Bahkan prediksi itu dan jumlah kasus yang diperkirakan naik bisa saja berubah seiring kepulangan jemaah haji.

"Kita lihat dengan pulangnya jemaah haji, kita lihat profil (karakteristik) mungkin agak berubah karena memang jemaah haji pada berdatangan dan ada beberapa juga yang kena (positif Covid-19)," kata Budi Gunadi.

Meski demikian, menurut Budi Gunadi, kenaikan subvarian Omicron BA.2.75 di India -- sebagai negara yang pertama kali menemukan kasus varian tersebut -- terbilang sedikit. Kenaikan kasus Covid-19 utamanya masih disumbang dengan penyebaran varian Omicron BA.4 dan BA.5.

"Kalau kita bandingkan dengan negara lain, India kenaikannya (Omicron BA.2.75) kayak kita sedikit. Justru BA.4 dan BA.5 yang ada di Inggris, Portugal, Amerika Serikat, dan Jepang itu yang tinggi," paparnya. "Nah, Prancis sama Amerika sudah di atas 100.000 kasus, Singapura, Jepang."

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Bogi Triyadi, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan