Agus Prayogo dan Odekta Berjaya di Indonesia International Marathon 2022

Agus Prayogo mencatatkan waktu 2 jam 36,16 menit di kategori nasional. Agus mengungguli Rikki Marhin Luther Simbolon dan M.Ady Saputra.

OlehThomas
Diperbarui 26 Juni 2022, 15:04 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta- Indonesia International Marathon (IIM) sukses dielar di Bali pada Minggu (26/6/2022). Dua atlet Indonesia peraih medali di SEA Games 2021 sama-sama berjaya di kategori putra dan putri nasional.

Di sektor putra, Agus Prayogo menjadi yang terbaik pada ajang yang dimulai di Grand Inna Bali Beach itu. Sedangkan untuk putri, Odekta Elvina Naibaho menjadi yang tercepat.

Indonesia International Marathon (IIM) memiliki empat nomor yang dipertandingkan. Ada full marathon, half-marathon, 10K dan 5K. Khusus untuk full marathon, panitia membagi kategori nasional dan internasional. Pelepasan pelari pertama dilakukan oleh Ketua Umum (Ketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman pada nomor full marathon.

Adapun saat mengibarkan bendera tanda balapan dimulai, Ketum KONI Pusat ditemani, Wakil Gubernur Bali Prof.Dr.Ir. Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati, Sekjen KONI Pusat Drs.Tb.Lukman Djajadikusuma, Mayjen TNI M.Hasan, Ketum KONI Bali IGN Oka Darmawan, Kasdam IX/Udayana Brigjen TNI Harfendi, Co-Chairman Hardjo S dan sebagainya.

Agus Prayogo mencatatkan waktu 2 jam 36,16 menit di kategori nasional. Agus mengungguli Rikki Marhin Luther Simbolon dan M.Ady Saputra. Sedangkan Odekta mencatat waktu dua jam 53 menit. Peringkat dua ditempati Irma Handayani dan Pretty Sihite.

Rekornas Gagal Pecah

Sayangnya Rekor nasional (Rekornas) maraton telah berusia 29 tahun milik almarhum Eduardus Nabunome, dengan waktu 2 jam 19 menit 18 detik (Pekan Olahraga Nasional XIII Tahun 1993 di Jakarta) gagal dipecahkan pada IIM. Agus Prayogo terpaut 17 menit dari Rekornas.

“2 jam 19 menit itu memang nggak mudah ya, apalagi saya berlari di negara tropis, saya rasa kelembaban Denpasar ini nggak jauh berbeda dari Jakarta, cukup berat,” jelas Agus.

Agus pun akui belum mempersiapkan secara maksimal dalam kompetisi kali ini. “Yang pasti dalam tahun ini ada beberapa event internasional, saya mempersiapkan khusus sedangkan Bali ini (IIM) saya tidak persiapan khusus untuk event ini. Kemarin terakhir di SEA Games, ini masuk masa transisi,”

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Meski begitu, Agus yakin dengan tantangan hadiah besar, Rekornas akan terpecahkan suatu hari nanti. “Jujur ya, ini salah satu event yang berani menantang atlet untuk pecahkan Rekornas. Harapannya ke depan ini bisa menjadi event tahunan. Dengan tantangan seperti ini, saya yakin lambat laun pasti akan terpecahkan rekornya,” jelasnya.

Halaman
Show All
Thomas, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan