Sukses

Kecanduan Alkohol, Cicinho Mengaku Sering Mabuk Saat Berlatih Bersama Real Madrid

Liputan6.com, Jakarta Penampilan Cicinho pernah menggoda klub-klub Eropa. Namun kecanduannya terhadap minuman beralkohol membuat karier pemain asal Brasil tersebut terpaksa meredup sebelum waktunya.

Nama Cicinho bersinar di awal tahun 2000. Kehadirannya di Piala Dunia 2006 telah memikat sederet klub Eropa, termasuk Manchester United. Namun nasib berkata lain. Setelah wawancara dengan Sir Alex Ferguson yang kala itu masih menjabat sebagai manajer MU, Cicinho berubah pikiran. 

Dia bergabung dengan Real Madrid. Dia tertarik menjadi bagian dari Los Blancos karena di klub tersebut terdapat banyak pemain dari Brasil, seperti  Ronaldo, Roberto Carlos, hingga Robinho.

Namun Cicinho tidak lama memperkuat Real Madrid. Setelah semusim dan merebut 1 gelar La Liga, dia memutuskan pindah ke AS Roma. Cicinho hengkang saat Madrid ditangani Bernd Schuster. Selain kalah bersaing dengan Michel Salgado, tingkah Cicinho di luar lapangan sudah membuat gerah Schuster.

Dalam perbincangan dengan EPTV, Cicinho mengaku memang menjadi pecandu alkohol saat bersama Real Madrid. Kebiasaan buruk ini bahkan tidak bisa hilang meski tuntutan profesionalisme di Madrid sangat tinggi. Dalam perbincangan itu, Cicinho mengaku tidak jarang berlatih dalam kondisi mabuk. 

"Jika Anda tanya, apa saya pernah berlatih dengan Real  Madrid dalam kondisi mabuk? Ya. Saya minum banyak kopi untuk menghilangkan bau mulut dan mandi parfum," katanya seperti dilansir dari Goal. 

 

 

2 dari 4 halaman

Berlanjut ke Roma

Menurut Cicinho, sebagai pesepak bola ternama, tidak sulit baginya untuk mendapatkan minuman beralkohol. Banyak orang yang menawarkannya minuman gratis saat pergi ke kafe atau restoran. 

Kecanduan terhadap alkohol tidak berhenti di Real Madrid. Saat pindah ke AS Roma, Cicinho masih sering mabuk saat latihan. Namun kali ini, staf pelatih Giallorossi lebih jeli dalam melihatnya. 

Di Roma, Cicinho mengaku mulai minum setelah latihan. "Saya menjalani fisioterapi, lalu pulang ke rumah pukul 14.00, 14.30 dan baru berhenti minum pada pukul 04.00," kata Cicinho. 

"Setiap kali saya tiba di Roma dalam keadaan mabuk, para pemimpin melihatnya dan itu membuat saya jatuh ke dalam keterpurukan," beber Cicinho. 

Cicinho memperkuat Roma sejak 2007 hingga 2021. Namun di sela-sela kontrak tersebut, dia sempat dipinjamkan ke Sao Paolo Villarreal sebelum akhirnya hijrah ke liga Basil bersama Sport Recife. Sejak saat itu namanya terus meredup sampai akhirnya memutuskan pensiun pada tahun 2018 lalu. 

 

3 dari 4 halaman

Penyakit Lama

Cicinho lahir di Pradópolis, Brasil, 41 tahun lalu. Dia mulai mengenal minuman keras di usia 13 tahun. 

"Sejak pertama kali mencoba, saya tidak bisa menghentikannya," ujar Cicinho. 

Kebiasaan ini bertambah parah oleh pengaruh teman-temannya. Di akhir pekan, mereka biasa pergi ke alun-alun untuk pesta miras. Kebetulan di dekat lokasi tersebut terdapat bar yang menjual minuman. 

"Saya sebenarnya masih di bawah umur. Biasanya saya mencari orang yang lebih dewasa untuk membelinya. Saya terus minum sembari sembunyi-sembunyi dari orang tua dan polisi," bebernya. 

   

4 dari 4 halaman

Pensiun dari Sepak Bola

Cicinho pensiun pada tahun 2018 lalu. Dia gantung sepatu di usia 37 tahun karena masalah cedera.

"Saya di sini untuk mengumumkan masa pensiun," ujar Cicinho seperti dilansir Football Espana.

Cicinho mengaku ia sebenarnya masih ingin bermain. Namun cedera yang ia derita membuatnya menyerah.

"Saya senang dengan kesempatan yang saya dapatkan dan saya nyaman dengan keputusan ini. Jika ingin melanjutkan bermain, saya harus menjalani operasi berat yang mengharuskan saya absen enam bulan," ujar Cicinho.

Di level timnas, Cicinho pernah membela Brasil dalam 15 pertandingan. Cicinho merupakan anggota skuat timnas Brasil saat sukses meraih Piala Konfederasi 2005