Piala Dunia 2022: Legenda Timnas Jerman Kritik Perlakukan Qatar Terhadap LGBT

Bierhoff juga mempertanyakan kriteria yang digunakan dalam pemilihan Qatar untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia.

Diterbitkan 16 Juni 2022, 16:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Harry Kane mengatakan 'sangat penting bahwa mereka merasa aman' di turnamen Kane mengatakan bahwa Piala Dunia tidak bisa hanya menjadi 'perbaikan cepat' untuk pelanggaran hak asasi manusia.

Harry Kane telah meminta Qatar untuk memastikan penggemar homoseksual Inggris merasa aman selama Piala Dunia. “Sangat penting bagi mereka untuk merasa aman,” kata kapten Inggris itu seperti dikutip Jurnal Soreang dari Daily Mail.

“Sebagai sebuah bangsa, kami ingin para penggemar kami benar-benar menikmati turnamen ini sebanyak semoga kami menikmati turnamen ini dan kami ingin mereka merasa bebas untuk menonton pertandingan sesuka mereka,” tuturnya.

Leb

ih dari itu, Kane juga mendorong beberapa kapten tim nasional yang bermain satu tim di Tottenham Hotspur untuk bersuara.

"Ada beberapa kapten tim nasional lainnya di Tottenham. Mungkin berbicara dengan kapten nasional lainnya untuk melihat apakah kami dapat bersatu dengan apa yang dapat kami lakukan dan bagaimana kami mendekatinya," kata Kane seperti dikutip dari Mirror.

Qatar Haramkan Kampanye LGBT

Qatar sebelumnya dengan tegas menyatakan sikap mereka kepada kaum LGBT. Kepala Keamanan Piala Dunia 2022, Abdullah Al Nasari mengharamkan simbol maupun bentuk kampanye lain dari kelompok Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di Qatar.

Al Nasari menyatakan tidak akan bertoleransi mengenai apapun yang berkaitan dengan LGBT selama Piala Dunia 2022 berlangsung.

"Jika Anda ingin mengungkapkan pandangan Anda mengenai LGBT, lakukanlah dalam masyarakat yang bisa menerima hal itu. Jangan datang dan menghina seluruh masyarakat [kami]. Kami tidak akan pindah agama [hanya karena Piala Dunia] selama 28 hari," ucapnya seperti dikutip dari Sportsration.

Al Nasari juga mengatakan akan melakukan tindakan tegas andai simbol terkait kelompok LGBT muncul di stadion yang menghelat Piala Dunia 2022. Ia memastikan tindakan harus dilakukan sebagai pencegahan akan dampak buruk yang berpotensi terjadi.

"Jika seorang penggemar mengibarkan bendera pelangi di stadion dan bendera itu diambil, itu bukan karena kami ingin menyinggungnya tetapi untuk melindunginya," kata Al Nasari.

"Jika tidak [diambil], penonton lain bisa menyerangnya. Jika Anda membeli tiket, itu untuk menyaksikan pertandingan sepak bola dan bukan untuk berdemonstrasi," ia melanjutkan.

Kontroversi dan Isu HAM

Piala Dunia 2022 dibayangi berbagai kontroversi, mulai dari bagaimana Qatar bisa memenangkan persaingan untuk menjadi tuan rumah, apakah Qatar memang cocok untuk menggelar perhelatan turnamen sepak bola paling akbar, hingga masalah bagaimana negara ini memperlakukan puluhan ribu pekerja yang membangun stadion.

Untuk menggelar Piala Dunia 2022, Qatar membangun tujuh stadion, satu bandar udara baru, jaringan kereta dan sejumlah ruas jalan baru.

Tak kurang dari 30.000 pekerja migran dikerahkan untuk membangun proyek ini dan Qatar dikecam pada 2016 oleh organisasi hak asasi manusia, Amnesty International karena "menerapkan kerja paksa".

Amnesty mengatakan para pekerja tinggal di akomodasi yang buruk, membayar mahal biaya perekrutan, gaji ditahan dan paspor disita.

Sejak 2017, pemerintah Qatar menerapkan sejumlah kebijakan untuk melindungi buruh migran agar tidak bekerja dalam kondisi temperatur yang sangat panas, membatasi jam kerja dan meningkatkan kualitas akomodasi.

Tetapi, organisasi HAM, Human Rights Watch (HRW) dalam laporan pada 2021 mengatakan pekerja migran "masih mengalami praktik ilegal pemangkasan gaji" dan "tidak menerima gaji selama berbulan-bulan, padahal sudah bekerja berat dengan jam kerja yang panjang".

Amnesty International juga mengatakan meski sistem "kafala" atau sponsor telah dihapus namun para buruh tetap saja menerima tekanan yang berat. Selama ini, sistem kafala melarang buruh meninggalkan pekerjaan tanpa izin majikan atau perusahaan.

Juru bicara pemerintah mengatakan kepada BBC, "Sudah ada kemajuan besar untuk memastikan reformasi benar-benar diterapkan."

Ia juga mengatakan, jumlah perusahaan yang melanggar aturan perburuhan "terus menurun".

Daftar 32 Negara

Jumlah peserta putaran final Piala Dunia 2022 lengkap sudah. Sebanyak 32 tim telah memastikan lolos ke turnamen terbesar sepak bola dunia tersebut.

Terakhir, Kosta Rika melengkapi 32 tim peserta Piala Dunia 2022 Qatar yang berlangsung November-Desember nanti. Kosta Rika lolos ke World Cup Qatar usai menang 1-0 atas Selandia Baru pada playoff kualifikasi Piala Dunia 2022, Rabu dini hari WIB (15/6/2022) di Al Rayyan Stadium, Qatar.

Daftar 32 Tim yang Lolos ke Piala Dunia 2022

Tuan rumah: Qatar

Wakil Eropa (13): Jerman, Denmark, Prancis, Belgia, Kroasia, Spanyol, Serbia, Inggris, Swiss, Belanda, Portugal, Polandia, Wales.

Amerika Selatan (5): Brasil, Argentina, Ekuador, Uruguay.

Amerika Utara (4): Kanada, Meksiko, Amerika Serikat, Kosta Rika.

Afrika (5): Ghana, Senegal, Tunisia, Maroko, Kamerun.

Asia (5): Iran, Korea Selatan, Jepang, Arab Saudi, Australia.

 

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Muhammad Yanto, ThomasTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan