Profil Teerasil Dangda, Legenda Hidup Thailand di Piala AFF

Teerasil Dangda, penyerang beken Timnas Thailand yang sukses menjadi top skor sepanjang masa Piala AFF

Diterbitkan 01 Januari 2022, 14:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Di usianya yang tidak lagi muda, Teerasil Dangda tetap menjadi tumpuan utama Timnas Thailand. Posisi Dangda tak pernah tergantikan meski bermunculan bibit-bibit anyar di sektor penyerangan.

Tercatat, pemain berusia 33 tahun ini selalu menjadi pilihan utama sejak satu dekade lamanya. Alasannya, Dangda sangat lihai untuk mencari ruang kosong dan memiliki insting mencetak gol di atas rata-rata.

Dangda juga memiliki andil besar kala Timnas Thailand meraih trofi Piala AFF untuk kelima kalinya pada 2016 lalu. Ia berkontribusi besar pada laga puncak kontra Timnas Indonesia.

Saat itu, ia berhasil mencuri satu gol ke gawang Timnas Indonesia kala bertandang ke Stadion Pakansari pada leg pertama babak final Piala AFF 2016. Selain itu, ia turut mendapat Penghargaan Sepatu Emas untuk ketiga kalinya usai memborong enam gol pada ajang tersebut.

Tentu, dengan sederet pencapaian serta prestasi, tak salah bila Dangda diberikan label sebagai “Legenda Hidup Piala AFF”. Mengingat, kontribusinya terhadap Timnas Thailand begitu besar.

Perjalanan Singkat Teerasil Dangda di Piala AFF

Perjalanan Dangda dalam mengarungi kompetisi Piala AFF bermula sejak tahun 2008. Saat itu, ia langsung tampil moncer dengan mencetak total empat gol.

Ia juga langsung meraih Penghargaan Sepatu Emas pada Piala AFF edisi perdananya. Hanya saja, penghargaan itu harus ia bagi dengan penyerang Indonesia (Budi Sudarsono) dan penyerang Singapura (Agu Casmir) yang sama-sama mengoleksi jumlah gol serupa.

Pada Piala AFF 2012, Dangda kembali melanjutkan tren positif. Kali ini ia berhasil membawa Timnas Thailand ke partai puncak. Namun, semesta belum berpihak kepadanya, sebab skuat Gajah Perang harus kalah agregat 3-2.

Meski begitu, Dangda lagi-lagi meraih Penghargaan Sepatu Emas. Ia sukses menjadi top skor usai mencetak lima angka.

Usai gagal meraih gelar juara, Dangda sejatinya optimis dapat membalaskan dendam pada Piala AFF 2014. Namun, saat itu dirinya harus absen akibat tidak mendapat izin dari klubnya saat itu, Almeria, yang merupakan kontestan La Liga.

Alhasil, dendam baru bisa dibayar lunas pada Piala AFF 2016. Dangda akhirnya berhasil membawa Timnas Thailand meraih gelar juara plus Penghargaan Sepatu Emas ketiganya usai menjadi top skorer dengan jumlah enam gol.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Dua tahun usai merengkuh gelar juara, Dangda harus kembali absen di Piala AFF 2018. Ia lagi-lagi tidak mendapatkan izin dari klubnya karena Piala AFF tidak termasuk ke dalam kalender FIFA. Maklum, waktu itu Dangda tengah berkarier di Liga Jepang, ia memperkuat Sanfrecce Hiroshima. Alhasil, niat Dangda untuk mengejar ketertinggalan dua angka dari top skorer sepanjang masa Piala AFF saat itu, Noh Alam Shah (17 gol) gagal. Untungnya, pada edisi Ke-13 Piala AFF, tepatnya Piala AFF 2021, Dangda kembali dipanggil ke dalam skuat Inti Timnas Thailand. Impiannya untuk menggeser Noh Alam Shah dari takhta teratas pencetak gol terbanyak sepanjang masa terbuka lebar. Benar saja, tak perlu waktu lama bagi Dangda untuk menduduki peringkat teratas pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala AFF. Berlaga di Grup A Piala AFF 2021, Dangda sukses mencetak empat gol selama penyisihan grup. Masing-masing gol ia cetak kala melawan Myanmar (23’, 53’) dan Filipina (26’, 78’). Alhasil, saat ini Dangda telah melewati raihan total gol Noh Alam Shah dengan total 19 angka di seluruh ajang Piala AFF.

Halaman
Show All
Dzaky Nurcahyo, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan