Sukses

Piala AFF: Sederet Pemain Naturalisasi Hiasi Grup B, Negara Mana Terbanyak?

Liputan6.com, Jakarta Piala AFF 2020 akan segera digelar di Singapura pada 5 Desember 2021 hingga 1 Januari 2022 mendatang. Ajang dua tahunan itu memang paling ditunggu oleh negara-negara di Asia Tenggara. Terlebih, Piala AFF 2020 ini menjadi tempat adu gengsi bagi sesama negara ASEAN.

Adanya gelaran tersebut membuat seluruh negara peserta Piala AFF saling berlomba  untuk mempersiapkan skuad terbaiknya. Bahkan, beberapa negara Asia Tenggara juga turut mendatangkan pemain naturalisasi guna dapat menambah kekuatan dari tim itu sendiri, termasuk Timnas Indonesia.

Di Indonesia, maraknya trend naturalisasi pemain dinilai dapat membantu untuk mengarungi kompetisi internasional. Sementara di Asia Tenggara, Indonesia bukan satu-satunya negara yang sering membajak pemain asing untuk dijadikan pemain naturalisasi.

Dalam sejarah bergulirnya Piala AFF, Singapura pernah menjadi juara saat negaranya diperkuat oleh beberapa pemain naturalisasi pada tahun 2004. Saat itu, negara berjuluk Negri Singa itu merekrut beberapa sosok pemain, seperti Danielle Bennett, Itimi Dickson dan Agu Casmir.

Berikut telah kami rangkum sederet pemain naturalisasi dari negara yang tergabung di grup B dalam ajang Piala AFF 2020:

 

2 dari 4 halaman

Dua Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia

Timnas Indonesia sendiri telah melakukan persiapan menjelang bergulirnya kompetisi Piala AFF 2020, salah satunya adalah upaya untuk menaturalisasi pemain.

Sebanyak dua nama yang sudah dipastikan turun pada Piala AFF 2020 adalah Ezra Walian dan Victor Igbonefo. Sementara itu, ada tiga nama lain yang tengah diurus proses naturalisasinya. Namun, tiga nama tersebut tidak akan masuk kedalam skuad untuk membela Timnas Indonesia dalam ajang AFF dikarenakan masih dalam proses, pemain yang dimaksid adalah Kevin Diks, Sandy Walsh dan Jordi Amat.

Ketiga nama ini harus melalui proses naturalisasi karena pernah membela Timnas kelompok umur negara lain.Sandy Walsh dan Kevin Diks pernah membela Timnas Belanda kelompok umur. Sementara Jordi Amat malang melintang bersama Timnas junior Spanyol.

Bagaimana dengan Mees Hilgers yang juga dikaitkan dengan Timnas Indonesia? Sama seperti Elkan Baggott, Mees Hilgers bisa dengan mudah mendapatkan paspor Indonesia. Sebab, bek 20 tahun ini belum pernah membela Timnas Belanda kelompok umur.

 

3 dari 4 halaman

Ledakan Naturalisasi Timnas Malaysia!

Dalam ajang gelaran Piala AFF 2020, untuk pertama kalinya Timnas Malaysia akan tampil dengan diperkuat lima pemain naturalisasinya, seperti Guilherme de Paula, Mohamadou Sumareh, Quentin Cheng, Dion Cools, dan Junior Eldstal. Tiga dari kelima pemain tersebut merupakan pemain keturunan, yaitu Cools, Eldstal, dan Cheng.

De Paula baru merasakan debutnya bersama Harimau Malaya pada 2021, yakni di Kualifikasi Piala Dunia 2022. Striker berusia 35 tahun itu sejauh ini sudah memiliki lima caps dan mencetak satu gol.

Sumareh merupakan mimpi buruk Timnas Indonesia. Pemain kelahiran Gambia ini sudah melesakkan dua gol ke gawang Garuda Merah Putih, yaitu pada leg pertama dan kedua Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Adapun Quentin yang lahir di Australia. Ia berdarah Malaysia dari pihak ibu. Quentin membela Malaysia sejak 2019 untuk tim U-23, sedangkan untuk timnas Malaysia baru debut pada 6 Oktober 2021.

Sedangkan, Cools lahir di Malaysia, tetapi sempat membela Belgia U-18 hingga U-21. Pemain berposisi bek kanan ini baru tiga kali membela Malaysia. Laga debut Cools tercipta pada 3 Juni 2021.

Terakhir, Eldstal yang lahir di Malaysia, tetapi besar di Swedia. Bek tengah 30 tahun ini beribu Malaysia dan ayah Swedia. Eldstal sudah 10 kali membela Malaysia tetapi belum pernah tampil di Piala AFF.

Dengan jajaran pemain naturalisasi, Malaysia percaya diri bisa lolos dari persaingan Grup B. Skuad Harimau Malaya baru sekali menjadi juara Piala AFF, yakni pada 2010 setelah mengalahkan Indonesia di laga final.

 

4 dari 4 halaman

Billy Ketkeophomphone Pemain Naturalisasi Andalan Laos

Laos bergerak dalam senyap tetapi salah satu hal yang mereka lakukan ialah membuat gebrakan dengan memanggil pemain naturalisasi yang memperkuat klub Liga Prancis, ia adalah Billy Ketkeophomphone.

Billy merupakan penyerang setinggi 180 cm dan berusia 30 tahun yang kini membela klub Ligue 2, USL Dunkerque. Dirinya cukup berpengalaman di Liga Prancis, ia membela beberapa klub mulai dari Ligue 1 dan Lgaue 2.

Sebelum ke USL Dunkerque, ia juga pernah membela Angers, Strasbourg, dan FC Tours. Kehadiran Billy Ketkeophomphone akan semakin menyemarakkan kehadiran pemain Eropa yang bermain di Piala AFF 2020.

Sedangkan, Vietnam dan Kamboja adalah negara yang tidak menggunakan jasa pemain naturalisasi dalam timnasnya. Berbeda dengan kebanyakan negara Asia Tenggara yang memiliki pemain naturalisasi untuk memenuhi squad utamanya, termasuk diantara Malaysia, Filipina, Thailand, dan Indonesia.

Penulis: Rafi Abdul Rochim