Atlet Voli Afghanistan Mahjabin Hakimi Dipenggal Taliban, Keluarga Membantah

Atlet voli Afghanistan Mahjabi Hakimi meninggal 5 Agustus 2021 atau 10 hari sebelum Taliban mengambil alih Kabul.

Diperbarui 24 Oktober 2021, 20:47 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Keterangan keluarga

Setelah mencari-cari profil Skandar, Alt News bisa terhubung dengan anggota keluarga Mahjabin melalui panggilan telepon. Aktivis Afghanistan yang berbasis di Kanada, Farishta Barez, membantu situs berita ini berkomunikasi dengan menafsirkan Dari Persia, salah satu dialek terkemuka di Afghanistan.

Kerabat itu membenarkan bahwa Skandar adalah saudara Mahjabin. Dalam percakapan itu terungkap bahwa Mahjabin bertunangan dengan salah satu Majid Khan pada 2020. Sejak itu, dia tinggal di rumah tunangannya di Kabul. Mahjabin akan menikah tak lama sebelum kematiannya.

Lebih lanjut kerabat itu mengungkapkan bahwa Mahjabin mendapat beasiswa dari Amerika Serika. Hal ini yang menjadi penyebab konflik dengan mertuanya. Alt News telah menghubungi tunangan Mahjabin, tetapi belum mendapat respons.

"Dia tidak dibunuh oleh Taliban pada bulan Oktober. Kematian Mahjabin terjadi pada 6 Agustus dan tubuhnya ditemukan di kamar mandi tunangannya di Kabul," kata anggota keluarga Mahjabin.

"Dia mengklaim Mahjabin mencekik dirinya sendiri sampai mati. Namun, keluarga kami mencurigai adanya tindakan curang yang dilakukan oleh mertuanya."

Kerabat itu juga membagikan foto nisan Mahjabin. Batu nisan itu bertuliskan, "Makam almarhumah Mahjabin Hakimi putri Mohammad Sarwar Hakimi yang bergabung dengan rahmat Allah pada Jumat malam, 15/5/1400 (kalender Persia) pada usia 25 tahun."

Berbicara tentang Mahjabin, kerabat itu berkata, "Mahjabin adalah panutan bagi gadis dan wanita muda. Sama seperti ayahnya, Md Sarwar Hakimi, dia tertarik pada olahraga seperti bola voli dan bola basket. Sejak 2015, Mahjabin bekerja di Kementerian Dalam Negeri."

 

Kesimpulan investigasi Alt News

Alt News dalam penyelidikannya menemukan bahwa kematian Mahjabin Hakimi disebabkan bunuh diri atau mertuanya berperan dalam kematiannya, seperti yang diklaim keluarganya. Keluarga tidak percaya Taliban terlibat.

Meski tidak bisa memverifikasi penyebab atau keadaan kematiannya, Alt News menyimpulkan bahwa Mahjabin meninggal pada 6 Agustus dan bukan Oktober seperti yang dilaporkan Independent Persia dan beberapa media India.

Selanjutnya, foto jenazahnya yang dibagikan oleh ayahnya membuktikan bahwa Mahjabin tidak dipenggal. Dia memiliki tanda merah yang terlihat di tenggorokannya.

Alt News juga mendapatkan akses ke foto kartu undangan acara zikir yang dibuat oleh keluarga Mahjabin. Acara berlangsung pada 22 Agustus. Foto Mahjabin di kartu undangan cocok dengan salah satu foto yang dibagikan kerabatnya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Bogi Triyadi, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan