1. Apakah masih ingat momen pertemuan dengan Manny Pacman Pacquiao? Kapan dan di mana tepatnya?
Bulan September tahun 1996, tanggalnya lupa lagi. (Di situs boxrec, dituliskan jadwal pertandingan Ippo Gala vs Manny Pacquiao berlangsung 27 Juli 1996. Lokasi pertarungan di Mandaluyong City Sports Complex, Mandaluyong City, Filipina)
2. Bagaimana bisa sampai bertarung melawan Pacqiuao?
Saat itu, dapat tawaran dari bapak Torino Tidar (promotir tinju), tanding melawan Pacquiao dengan bayaran 1500 USD. Lanjut berangkat ke Manila bersama ibu Torino,didampingi Dace Maigoda (pelatih) dan petinju Doni Dongot. Kami main di kota Makati City, Manila, Filipina.
3. Bagaimana Anda memandang Pacquiao saat itu. Apakah ada beban tampil melawan dia?
Saat itu, Pacquiao belum tenar. Dia masih peringkat OPBF dan masih juara nasional Filipina. Sementara saya juga juara nasional. (Ippo Gala merupakan mantan juara nasional kelas terbang). Jadi tidak ada beban sama sekali saat bertemu Pacquiao.
4. Saat akhirnya bertemu langsung dengan Pacquiao, masih ingat kesan yang pertama Anda tangkap?
Masih. Pertemuan waktu timbang badan, Manny Pacquiao masih lugu.
5. Lalu saat di atas ring, apa yang terjadi?
Saya sepelekan saja, karena dia masih anak kecil. Baru berusia 18 tahun dan saya 28 tahun. Tapi begitu main di atas ring, dia terlalu agresif dan cepat. Saya baru pukul satu kali, dia pukul tiga kali. Ya pak. Engga menyangka waktu di bawah biasa saja. Tapi setelah di atas ring, buat bertahan saja dia menyerang sambil memukul. (Ippo Gala akhirnya kalah TKO pada ronde kedua).
Selanjutnya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3547591/original/031272400_1629620332-AP21234193051618.jpg)
6. Setelah pertandingan itu, apakah Anda sempat berpikir Pacquiao bakal sesukses sekarang?
Ya, sempat berpikir dia calon juara dunia. Tapi tidak berpikir kalau bisa juara dunia sampai 8Â kelas berbeda dan memghebohkan dunia.Â
7. Apakah Anda masih tetap berhubungan dengan Pacquiao setelah duel itu?
Tidak, itu pertemuan terakhir saya. Usai pertandingan dia hanya bilang thank you. Tidak pernah kontak lagi setelah itu.Â
8. Seandainya Anda bisa menang pada pertandingan itu, apakah Anda bisa sesukses Pacquiao?
Saya pikir tidak. Karena saya sudah cukup umur. Saya bertinju sampai tahun 1998.
(Pada tahun 1998, Ippo Gala sempat bertemu Yani Malhendo dalam kejuaraan WBC International kelas terbang super. Ippo kalah TKO ronde kedua. Ini menjadi duel terakhir Ippo Gala). Â
9. Berarti tidak ada penyesalan sama sekali?
Tidak. Saya justru bangga pernah bisa baku pukul dengan Pacquiao yang kini jadi idola dunia.Â
Â
Selanjutnya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3547495/original/024140400_1629612601-Manny_Pacquiao_2.jpg)
10. Apa yang membuat Pacquiao bisa sehebat sekarang dan jadi juara dunia di 8 kelas berbeda? Padahal dia awalnya juga berangkat dari bawah dan main dari kelas terbang. Â
Karena waktu itu dia masih muda. Ototnya masih bisa berkembang dan karena dia ada menejemen yang profesional dan berlatih Amerika serikat. Petinju Indonesia susah mengikuti ini karena di sini petinju itu hidup segan mati tak mau.Â
11. Setelah pensiun dari tinju, bagaiman kehidupan Anda, apakah ada mengikuti jejak Anda?
Saya bekerja sebagai karyawan swasta di PT Gemala kempa Daya. Anak saya tiga, pertama Polri, kedua bidan, dan yang terakhir masih kelas 5 SD. Hidup itu, ibarat yang mengalir saja.Â
Anak tidak ada yang jadi petinju karena jadi petinju skitnya enggak ketolongan. Kalau juara disanjung, giliran kalah banyak yang cuekin.Â
12. Untuk Pacquiao sendiri, bagaimana Anda melihat perjalanan kariernya ke depan mengingat usianya yang sudah 43 tahun?
Â
Di Ambang Pensiun
Sampai sekarang saya masih ikuti perjalanan Pacquiao. Saya selalu ikuti pertandingannya. Saya lihat nanti ada tanding ulang pertemuan kedua (melawan Yordenis Ugas). Ini karena bisnis. Pacquiao masih ada nilai jual. Semua karena uang dan bisnis. Kalah menang nomor dua.
Manny Pacquiao saat ini tengah berada di tubir karier bertinjunya. Di usia yang sudah mencapai 43 tahun, petinju asal Filipina itu semakin dekat dengan kekalahan. Terbaru, Pacman kalah angka atas petinju Kuba, Yordenis Ugas. Ini merupakan kekalahan ke-8 Pacquiao sepanjang kariernya. Tiga diantaranya berakhir dengan KO.
Usai pertarungan, Pacquiao memang tidak secara gamblang menyampaikan keinginannya untuk pensiun. Hanya saja, apapun keputusannya tidak akan menghapus nama Pacquiao sebagai salah satu legenda tinju profesional dunia yang pernah menjadi juara dunia di delapan kelas berbeda.
Â
Â
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267613/original/079814300_1602679710-Kejahatan_Siber.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/358162/original/014326800_1521191196-28468796_10215322228518340_1667268567176383478_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3547592/original/039953600_1629620333-AP21234217278636.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/882554/original/072100500_1483983312-Cu_2.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261539/original/051141200_1781743137-IMG-20260618-WA0008.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625922/original/005183100_1782620553-063_2283651686.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8625483/original/070181900_1782619556-000_B8K37NR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8479065/original/058215800_1782390523-afsel.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8315631/original/085066700_1782183105-AP26173665939735.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8621093/original/089503900_1782612244-063_2283639746.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8269025/original/029326100_1782119069-063_2281966729.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8620430/original/011957700_1782610877-000_B8JY4LY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8620429/original/007432300_1782610876-000_B8JY7M2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8322679/original/008420700_1782191790-Amine_Gouiri.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8615608/original/002262500_1782601852-063_2283621934.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389880/original/043940700_1782270022-AP26174722689391.jpg)