Sukses

Arab Saudi Gandeng Italia Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2030, Inggris dan Irlandia Semakin Terpukul

Liputan6.com, Jakarta Arab Saudi dilaporkan sedang mempertimbangkan keputusan bermitra dengan pemenang Euro 2020, Italia, untuk mengajukan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia 2030. Hal ini membuat pengajuan Inggris dan Irlandia semakin terpukul.

Pasalnya, Inggris gagal membangun kesan positif selama laga final Euro 2020. Dalam laga final melawan Italia, sejumlah warga Inggris dilaporkan menyerbu Stadion Wembley hingga menyebabkan kericuhan.

Padahal, sebagain dari mereka tidak memiliki tiket untuk menonton pertandingan. Di samping itu, kekalahan dalam adu penalti membuat tiga pemain Inggris: Marcus Rashford, Jadon Sancho, dan Bukayo Saka diserang komentar rasis.

Tawaran Arab dinilai mengejutkan sebab Arab dan Italia merupakan negara dengan lokasi geografis yang terpisah jauh. The Athletic mengklaim bahwa perusahaan Amerika, Boston Consultancy Group, merupakan pihak yang memberi saran kepada Arab Saudi untuk memperluas aliansi.

2 dari 4 halaman

Italia Jadi Negara Partner Potensial

Mesir dan Maroko semula menjadi dua negara yang disarankan untuk bergabung bersama Arab Saudi dalam pencalonan tuan rumah Piala Dunia 2020. Namun, dikutip dari The U.S. Sun, kemitraan tersebut dapat menjadi tantangan besar dalam hal logistik dan keamanan. Oleh sebab itu, Italia dinilai menjadi alternatif negara potensial yang bisa digandeng oleh Arab Saudi.

Italia tercatat telah menjadi tuan rumah bagi empat turnamen sepak bola besar, tetapi hanya mengalokasikan sedikit dana untuk infrastruktur stadion sejak Piala Dunia 1990.

Dalam hal ini, Arab Saudi bisa jadi partner hebat untuk Italia. Alasannya, negara tersebut mampu menggelontorkan dana dalam jumlah besar untuk peningkatan kualitas stadion di negara tersebut.

Meski demikian, Give Me Sport menyebut bahwa pencalonan Arab Saudi sebagai tuan rumah Piala Dunia 2030 dapat mengundang kontroversi. Negara tersebut sempat dituduh menggunakan acara olahraga untuk mengalihkan perhatian dari masalah hak asasi manusia.

3 dari 4 halaman

Boris Johnson Tak Setuju Jika Insiden Final Euro 2020 Disebut Memengaruhi Posisi Inggris dan Irlandia

Perdana Menteri Britania Raya Boris Johnson menolak anggapan bahwa kejadian di final Euro 2020 pada Minggu (11/7/2021) lalu berpotensi memengaruhi posisi Inggris dan Italia di pencalonan tuan rumah Piala Dunia 2030.

Menurutnya, tawaran Inggris dan Irlandia akan menjadi proses yang panjang dan sulit, tetapi mereka masih memiliki peluang.

“Sayang sekali karena sekelompok orang berperilaku buruk (selama final Euro 2020). Namun, saya tidak berpikir hal itu dapat merusak atmosfer,” ujar Johnson seperti dikutip dari The Mirror.

 

Penulis: Melinda Indrasari

4 dari 4 halaman

Saksikan Video Menarik di Bawah Ini