Bola Ganjil: Aksi Tanpa Malu Yugoslavia dalam Pengaturan Skor

Pengaturan skor ada di mana-mana. Praktik korupsi dalam olahraga, khususnya sepak bola, sulit dihindari karena hasrat segelintir orang mencari keuntungan.

Diterbitkan 07 Juni 2021, 00:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Pengaturan skor ada di mana-mana. Praktik korupsi dalam olahraga, khususnya sepak bola, sulit dihindari karena hasrat segelintir orang mencari keuntungan.

Yugoslavia tidak lepas dari kecurangan tersebut. Dejan Savicevic, legenda lokal yang besar bersama AC Milan, bahkan mengklaim pelaku sepak bola di sana tidak malu-malu melakukannya.

Salah satu bukti nyata melibatkan Slavko Sajber yang kala itu menjabat presiden Asosiasi Sepak Bola Yugoslavia. Dia menciptakan salah satu skandal terbesar yang mengguncang sepak bola setempat.

Sajber tidak tanggung-tanggung dalam menjalankan kecurangan. Dia sampai membatalkan seluruh hasil pertandingan pekan terakhir musim 1985/1986.

Event yang dipertanyakan terjadi pada 14 Juni 1986. Sebanyak tujuh dari sembilan pertandingan yang digelar dicurigai sudah dipengaruhi pihak luar.

Di puncak klasemen, Partizan Belgrade dan Red Star Belgrade memasuki laga pamungkas dengan sama-sama mengoleksi 47 poin. Namun, Partizan sedikit unggul selisih gol.

Saksikan Video Berikut Ini

Muncul Kecurigaan

Seluruh pertandingan dijadwalkan dimulai pada waktu bersamaan. Namun, Partizan memiliki cara untuk mengakali keadaan untuk partai kontra Zeljeznicar. Mereka menggelar upacara perpisahan sebelum laga bagi dua pemain kunci, Zvonko Zivkovic dan Zvonko Varga, yang bakal mengadu nasib di luar negeri.

Seremoni ini berlangsung 15 menit. Sementara duel Red Star versus FK Sarajevo bergulir tepat waktu.

Selisih tersebut kemudian memudahkan Partizan untuk memonitor kinerja rival, sekaligus memiliki waktu memperjuangkan nasib sendiri.

Partizan sukses merobek gawang Zeljeznicar tiga kali dalam 30 menit awal laga. Red Star juga tidak kerepotan mencetak gol. Kedua tim akhirnya sama-sama berjaya 4-0.

Untuk mengetahui makna setiap pertandingan di pekan terakhir kompetisi, rincian berikut bisa menjelaskan:

FK Sarajevo vs Red Star Belgrade

Tertinggal satu gol dari Partizan, Red Star butuh menang meyakinkan untuk menjadi juara.

Hasil: 0-4

Partizan Belgrade vs Zeljeznicar Sarajevo

Partizan harus menyamai skor kemenangan Red Star untuk tetap unggul di klasemen berdasar selisih gol.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

>Hasil: 4-0 Vojvodina vs Dinamo Zagreb Dengan Vojvodina sudah terdegradasi, Dinamo Zagreb butuh kemenangan meyakinkan demi mendapat tiket kualifikasi Piala UEFA. Hasil: 1-7 Sutjeska vs Buducnost Hasil imbang membantu kedua tim menghindari degradasi. Hasil imbang dengan skor besar akan memperbesar kans mereka mewujudkan misi tersebut. Pasalnya, produktivitas jadi kriteria kedua untuk membedakan setelah poin dan selisih gol. Hasil: 5-5 Hajduk Split vs Dinamo Vinkovci Hajduk wajib menang untuk mengamankan tiket Piala UEFA. Sementara striker Dinamo mesti mencetak tiga gol demi menjadi top skor liga yang akan membantu proses negosiasi transfer ke klub Italia, Empoli. Hasil: 5-3, Cop mencetak hattrick Velez Mostar vs OFK Belgrade OFK membutuhkan kemenangan demi memperbesar kans bertahan di kasta tertinggi. Sedangkan Velez mantap duduk di peringkat tiga dan punya rekor impresif di kandnag. Hasil: 2-3 Celik vs Rijeka Rijeka membutuhkan satu angka untuk lolos Piala UEFA musim depan. Celik juga membutuhkan poin serupa demi menghindari degradasi. Hasil: 1-1 Sementara dua pertandingan lain, Pristina vs Vardar 0-0 dan Osijek vs Sloboda Tuzla 2-1, dianggap wajar karena keempat tim yang bertanding tidak memiliki kepentingan.

Halaman
Show All
Harley Ikhsan, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan