Kesalahan Konyol Bikin Murid Valentino Rossi Kalah dari Tim Satelit di MotoGP Doha

Murid Valentino Rossi yang juga pembalap Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia bikin dua kesalahan fatal di MotoGP Doha.

Diterbitkan 08 April 2021, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Doha- Pembalap muda Ducati Lenovo yang juga jebolan akademi Valentino Rossi, Francesco Bagnaia  sangat kesal karena gagal merebut podium di MotoGP Doha akhir pekan lalu. Dia seharusnya bisa finis lebih baik dari posisi ketujuh kalau saja tidak gagal mengaktifkan alat di motornya.

Francesco Bagnaia dan pembalap Ducati lainnya memakai alat bernama hole shot device. Alat ini berguna untuk menurunkan bagian belakang motor saat start sehingga memperoleh gaya gravitasi lebih tinggi.

Karena kegagalan mengaktifkan alat hole shot, Bagnaia merosot dari posisi ke-16 jadi 11 pada lap ke-1 MotoGP Doha. Namun pada lapg ke-13, dia kembali rebut posisi tiga besar.

Namun lagi-lagi kesalahan ambil keputusan membuat posisinya merosot. Saat berada di belakang Johann Zarco dan Jorge Martin, dia memilih untuk merawat ban belakang.

Kesalahan fatal terjadi saat Fabio Quartararo menyalipnya dan dua pembalap Ducati lain. Saat slip stream, dia tak bisa mengerem dengan benar sehingga melebar.

 

Saksikan juga video menarik di bawah ini

Tak Bisa Diterima

 

Bagnaia paham kesalahan yang dilakukannya tak bisa ditolerir. Maka itu, dia mengaku masih harus banyak belajar.

"Saya harus belajar. Kesalahan seperti ini di tim pabrikan tak bisa diterima," ujarnya seperti dikutip crash.

"Tanpa kesalahan itu saya bisa kejar posisi atas. Saya tak merasa lebih kesulitan dibandingkan Pramac, tapi hasil hari ini tak sesuai dengan gaya membalapku saya pikir."

 

Kalah Total

 

Ya, karena kesalahannya, Bagnaia kalah total dari duo pembalap tim satelit, Pramac Ducati. Johann Zarco dan Jorge Martin bisa finis posisi dua dan tiga di sirkuit Losail.

"Saya bekerja lebih keras karena start dari posisi ke-6. Alat start saya tak bekerja baik karena saya tak bisa menggerakkannya," ujar Bagnaia.

 

Kesalahan Paling Fatal

Kesalahan paling fatal terjadi saat jelang finis balapan. Dia begitu yakin bisa podium atau bahkan menangi balapan saat di belakang Zarco.

"Penting untuk mengamankan ban jelang balapan berakhir. Namun Quartararo lewati saya dan saya berada di lorong slipstream dan saya tak mungkin hentikan motor," ujarnya.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

"Ini kesalahan besar yang tak boleh diulang lagi. Kesalahan ini membuat saya kehilangan podium."

Halaman
Show All
Defri Saefullah, Bogi TriyadiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan