Sukses

Jepang Batalkan Olimpiade Tokyo 2020 ?

Liputan6.com, Jakarta Nasib Olimpiade Tokyo 2020 masih terus menyisakan tanda tanya. Rumor yang berkembang bahkan semakin simpang-siur. Akankah ajang olahraga multieven itu bakal tetap digelar pada tahun ini?

Olimpiade Tokyo 2020 sejatinya hanya tinggal enam bulan lagi. Setelah diundur selama setahun akibat pandemi, salah satu ajang olahraga tertua ini diharapkan bisa terlaksana pada bulan Juli mendatang.

Namun situasi pandemi virus Corona COVID-19 ternyata belum juga mereda. Jumlah kasus di berbagai negara, termasuk Jepang kembali meningkat meski vaksin sudah mulai didistribuksikan. Situasinya bahkan tidak jauh berbeda dari tahun lalu saat IOC menunda Olimpiade Tokyo 2020 ke tahun ini. 

Melihat kondisi ini, keraguan dari berbagai pihak terus bermunculan. Jajak pendapat yang dilakukan media Jepang menemukan 80 persen masyarakat tidak ingin Olimpiade berlangsung tahun ini. Sementara menteri pertahanan Jepang, Taro Kono meminta IOC menyiapkan rencana cadangan. 

Surat kabar asal Inggris, The Times, seperti dilansir dari AS, belum lama ini melaporkan, bahwa Jepang telah siap melepas Olimpiade 2020. Sebagai gantinya mereka siap jadi tuan rumah pada tahun 2032. Artinya, menurut Times, tidak ada Olimpiade setelah edisi Rio De Janeiro 2016 hingga Paris 2024.  

Setelah itu, Olimpiade berlangsung di California sebelum kembali ke Jepang empat tahun kemudian. 

Salah seorang pejabat senior pemerintahan Jepang yang menjadi sumber The Times menyatakan bahwa keputusan ini sudah final. Hanya saja tidak ada seorang pun yang berani mengumumkanya.  

2 dari 4 halaman

Pendapat Berbeda

Stasiun radio Spanyol Cadena SER telah menyampaikan kabar ini kepada Komite Olimpiade Spanyol. Namun mereka dengan tegas membantah rumor tersebut. "Laporan yang kami terima mengatakan sebaliknya, Jepang dan IOC terus mengatakan ya [untuk Olimpiade musim panas ini]."   

Perdana Menteri Jepang, Yoshihide Suga, Senin kemarin juga memastikan persiapan akan tetap dijalankan. Sikap yang sama juga diungkapkan Pimpinan IOC, Thomas Bach usai melakukan kunjungan dua hari ke Jepang, November lalu. Dia optimistis Olimpiade dan Paralimiade 2020 bakal berjalan.

Sementara itu, anggota senior IOC, Dick Pound, meminta agar para atlet-atlet diprioritaskan mendapatkan vaksin COVID-19. Dengan demikian, mereka bakal mendapat perlindungan ganda. Namun usulan ini sempat mendapat reaksi keras dari pakar kesehatan, masyarakat, dan atlet.  

 

3 dari 4 halaman

Protokol Tanpa Vaksin

Bach juga beranggapan bahwa vaksin bukan satu-satunya jalan. Menurutnya, itu hanya salah satu alat untuk mengurangi resiko di tengah pandemi. Sedangkan pemerintah Jepang berjanji akan menyiapkan protokol kesehatan yang efektif mencegah COVID-19 tanpa harus divaksin. 

"Kami sedang mempertimbangkan langkah-langkah komprehensif untuk mengadakan Olimpiade yang aman dan terjamin, bahkan tanpa membuat persyaratan vaksin," kata juru bicara pemerintah Jepang Katsunobu Kato pada hari Selasa seperti dilansir dari Channel News Asia (CNA). 

 

4 dari 4 halaman

Saksikan juga video menarik di bawah ini