Liputan6.com, Jakarta - Campurkan pemain sepak bola dengan petinju kelas berat dan tambahkan sifat kejam, penuh kedengkian, serta jarang menyesal. Maka jadilah pesepak bola paling brutal yang pernah ada.
Nama Ramon Aguirre Suarez memang kurang familiar bagi pecinta sepak bola Eropa. Namun, jangan ragukan keganasannya di lapangan.
Di Amerika Selatan, Suarez merupakan salah satu sosok paling keji yang pernah hadir di sepak bola. Ketika namanya diucapkan, bulu kuduk mereka yang harus menghadapinya dijamin bakal berdiri.
Suarez besar di Akademi Estudiantes. Meski tidak cepat atau lincah, fisik yang kuat membuat kehadirannya terasa.
Dia mulai menembus tim utama pada 1966 dan menjadi starter setahun kemudian. Gayanya cocok dengan strategi yang diterapkan pelatih saat itu, Osvaldo Zubeldia. Kontribusinya menggalang pertahanan membantu tim menjadi juara Argentina untuk kali pertama dalam 36 tahun.
Suarez menggunakan berbagai macam taktik kotor untuk memprovokasi lawan. Selain menendang, dia kerap memukul, menyikut, menanduk, hingga mencolok mata rival. Suarez juga melancarkan serangan verbal dengan menghina ibu, anak, atau pasangan lawan.
Saksikan Video Berikut Ini
Pancing Provokasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3353669/original/030189700_1611068295-EkpPcV5XYAcy3B9.jpg)
Seakan tidak puas hanya terkenal di domestik, Suarez memanfaatkan turnamen internasional untuk membangun reputasi sebagai tukang jagal. Melawan Racing Club pada play-off semifinal Copa Libertadores 1968, dia menaruh kaki di atas kepala pemain lawan yang terkapar.
Aksinya memicu perkelahian pemain cadangan kedua klub. Ketika keadaan sudah tenang, wasit pun mengeluarkan kartu merah baginya.
Namun, Suarez tidak kapok. Dia kembali menaruh kaki di atas kepala lawan yang sama ketika meninggalkan lapangan.
Perilakunya ini memaksa aparat hukum turun tangan. Dia mendapat hukuman penjara karena memancing kerusuhan massa.
Bogem Mentah untuk Meng-KO Lawan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3229916/original/080300300_1599374325-bola_ganjil_h.jpg)
Aksi Suarez terkenal lainnya terjadi pada leg kedua Piala Interkontinental 1969 melawan AC Milan. Dalam keadaan tertinggal agregat 0-4, Suarez melampiaskan emosi karena tidak terima dipermalukan.
Pertama dia menerjang Pierino Prati dengan tekel tinggi mengenai paha sebanyak dua kali. Aksi keduanya membuat Prati ditandu.
Suarez lalu melepas bogem ke Nestor Combin yang membuatnya tidak sadarkan diri. Hantaman tersebut membuat tulang pipi korban retak dan tulang hidung patah.
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267613/original/079814300_1602679710-Kejahatan_Siber.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471519/original/070085400_1782374653-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8519902/original/067689300_1782446978-Tugas__41_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/882554/original/072100500_1483983312-Cu_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3353668/original/036215900_1611068240-EkpPdH3WkAAl9W0.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/358162/original/014326800_1521191196-28468796_10215322228518340_1667268567176383478_n.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1409497/original/007692600_1479453490-Argentina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8397156/original/089293200_1782278283-AP26174690236290.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389880/original/043940700_1782270022-AP26174722689391.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261677/original/091626500_1781753480-063_2282078791.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8405832/original/011890700_1782288653-000_B83J62M.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261521/original/040972300_1781736777-Croatia_s_Josko_Gvardiol__4__challenges_for_the_ball_with_England_s_Noni_Madueke__20_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258037/original/028342400_1781299407-000_B6XD8QZ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1541481/original/029951000_1489915850-2022-World-Cup-006.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8584006/original/084196900_1782546499-AP26178201151443.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8583299/original/047451600_1782545178-AP26178061252747.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8526854/original/004442800_1782457565-Hong_Myung-bo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8384804/original/025311600_1782263854-kroasia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8581680/original/086573300_1782542126-AP26178050808259.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261449/original/024360400_1781704034-000_B7CB6XN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261448/original/088941000_1781704030-000_B7CB6XU.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8293308/original/041888100_1782155517-AP26173640031261.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8315631/original/085066700_1782183105-AP26173665939735.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8290659/original/010335100_1782151822-063_2282792467.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8296460/original/082795500_1782159766-Argentina_s_Lionel_Messi.jpg)