Pengabdian Putra Pacitan, Cinta Rangkai Kata dan Misi Antar Ayah ke Tanah Suci

Suparman merupakan salah satu pemenang Anugerah Jurnalistik Pertamina paling berkesan.

Diperbarui 29 Oktober 2020, 15:50 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sembari memboncengi kedua putranya yang masih balita, Suparman mengendarai motor untuk mencari berita. Si bungsu duduk di depan dan sulung di belakang.

Kisah ini adalah salah satu kenangan akan Suparman dalam menjalankan profesi. Keadaan tidak dijadikan alasan. Meski harus menjaga anak, dia tetap menjalankan tugas sebagai ayah semaksimal mungkin.

"Karena jam kerja kita berbeda, dia yang berada di rumah di pagi dan siang hari. Lalu sore ketika saya pulang gantian dia yang kerja," kata sang istri, Novita Eny Ristiana.

Sakit juga tidak menghalanginya. Nana, panggilan sang istri bercerita, Suparman tetap bekerja meski sudah sulit berdiri. Pada waktu itu dia meminta bantuan temannya untuk mengantar.

Sastra Inggris UIN Malang tersebut menderita asam lambung akut. Dia sampai berobat ke Malaysia untuk menyembuhkan penyakit. Namun, Tuhan memiliki rencana lain.

Sang Khalik memanggilnya pada 11 Desember 2019 di usia 37 tahun. Almarhum sendiri seakan sudah memiliki firasat yang diungkapkannya melalui status terakhir di akun Facebook pribadi. "Merasa seperti sedang berpacu dengan waktu. Harus bikin keputusan yang cepat dan tepat," tulisnya.

Peristiwa terjadi hanya beberapa hari sebelum acara Anugerah Jurnalistik Pertamina (AJP). Sosok yang akrab disapa Arman ini sebelumnya diundang ke Jakarta setelah menduduki peringkat ketiga nasional kategori feature media cetak lewat tulisan "Tak Lagi Melawan Ombak Tiga Meter demi Solar 10 Liter".

"Dia sudah bed rest. Pihak Batam Pos kemudian mengutus teman sekantornya," kata Nana yang bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil Pemerintah Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau.

Penghargaan tersebut adalah gelar kesekian yang diterima mendiang dari AJP. Sebelumnya dia merebut posisi pertama nasional kategori feature media cetak AJP 2017 dengan tulisan 'Suka Duka Pertamina Mendistribusikan BBM hingga Pulau Terdepan NKRI: Menembus Angin Utara, Mengalahkan Ombak Laut Cina'.

Selain itu, Suparman memenangkan AJP 2018 regional yang diselenggarakan Marketing Operation Region I lewat karya berjudul 'Kurangi Pencemaran, Konsumen Pertamina Migrasi ke BBM Ramah Lingkungan'.

Melalui tulisannya, sosok yang bekerja di Batam Pos sejak 2008 ini turut memenangkan banyak lomba jurnalistik yang diselenggarakan sejumlah institusi di tingkat regional dan nasional. Mulai Kementerian Komunikasi dan Informatika, Perusahaan Gas Negara (PGN), PLN Batam, hingga Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Lanjut Baca:

Serangkaian gelar tersebut mengangkat reputasi Suparman sebagai wartawan berprestasi. Pendapatan ekstra yang diterima juga membantu memenuhi kehidupan sehari-hari, sekaligus mewujudkan mimpi utamanya. Mendiang ingin memberangkatkan sang ayah menjalani ibadah umrah. "Insyaallah berangkat November nanti. Semula Maret, tapi karena pandemi ditunda. Uang dikumpulkan dari hadiah [Pertamina](4393475 ""), OJK, dan satu lagi saya lupa. Almarhum memang gemar mengikuti lomba jurnalistik," kata Nana. Dedikasi terhadap pekerjaan dan sayang keluarga, Suparman meninggalkan istri dan tiga putra. Si sulung kini berumur lima tahun, lebih tua setahun dari sang adik. Sementara status bungsu kini jadi milik bayi berusia enam bulan. Nana sedang hamil ketika Allah menjemput. "Saya kini mengumpulkan tulisan almarhum untuk dokumentasi. Nanti saya akan tunjukkan kepada anak-anak agar mereka mengenal ayahnya," tutup Nana.

Halaman
Show All
Harley Ikhsan, Elin Yunita KristantiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan