Bola Ganjil: Heinz Krugel, Pahlawan Negara Sekaligus Musuh Pemerintah

Simak kisah Heinz Krugel, sosok yang membawa klub Jerman Timur pertama dan satu-satunya menjadi juara kompetisi Eropa.

Diterbitkan 15 Oktober 2020, 00:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Capaian di panggung internasional meningkatkan reputasi Krugel. Beberapa klub tertarik menggunakan jasanya, salah satunya Juventus.

Namun, Krugel memutuskan bertahan. Dia tidak menjelaskan alasannya sehingga publik hanya bisa menduga-duga. Ada pula rumor yang menyebut Krugel dilarang pergi pemerintah yang enggan melihat asetnya bekerja di dunia barat.

Dipermalukan Negara

Nyatanya intervensi politik begitu kuat terasa. Pemerintah Jerman Timur tidak terima melihat kesuksesan Krugel karena bertentangan dengan paham sosialis yang mengedepankan kepentingan kolektif.

Pemerintah juga geram mendengar aksi Krugel menolak bantuan negara. Magdeburg dipasangkan dengan wakil Jerman Barat Bayern Munchen di babak kedua Piala Champions 1974/1975. Pemerintah setempat menyadap kamar ganti lawan untuk mengumpulkan informasi.

Mereka kemudian menawarkan rekaman tersebut kepada Krugel. Namun, dia tidak menerima. Krugel lalu terjepit karena Magdeburg kalah dari dua pertemuan melawan Bayern Munchen.

Sebenarnya hasil itu sudah bisa diprediksi mengingat timpangnya kekuatan kedua tim. Tapi Pemerintah Jerman Timur memanfaatkan momen untuk menyingkirkan Krugel.

Mereka melarangnya terlibat sepak bola pada 1976. Dalam keterangan resmi, Krugel dianggap gagal memproduksi pemain bagi negara. Manajemen Magdeburg pun tidak punya pilihan selain memecatnya.

Magdeburg Turut Terpuruk

Vonis ini merupakan upaya mempermalukan Krugel. Namun Magdeburg turut merasakan konsekuensinya.

Der Club tidak pernah menjadi juara liga lagi dan maksimal menduduki peringkat empat, satu tingkat lebih rendah dari posisi Magdeburg pada musim terakhir bersama Krugel.

Setelah Tembok Berlin runtuh pada 1989, Asosiasi Sepak Bola Jerman memulihkan namanya. Namun Krugel sudah terlalu tua dan menjalani masa pensiun di desa kecil dekat Magdeburg.

Ketika Krugel meninggal dunia pada 2008, Magdeburg terus tenggelam dalam struktur kompetisi dan kini bersaing di Divisi III.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Harley Ikhsan, Marco TampubolonTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan