Presiden Jokowi di Hari Olahraga Nasional: Tak Mungkin Indonesia Kekurangan Calon Atlet

Presiden Jokowi menegaskan Indonesia tak mungkin bakal kekurangan calon atlet. Kalau sampai kurang, dia menyoroti manajemen pembinaan olahraga.

Diperbarui 09 September 2020, 21:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Peran Olahraga

Presiden Jokowi juga mengungkapkan bahwa olahraga mempunyai peran yang sangat penting bagi kehidupan baik sebagai individu maupun sebagai masyarakat dan bangsa.

"Pertama, olahraga adalah instrumen penting bagi pendidikan kita, bukan hanya pendidikan jasmani, bukan hanya menguatkan fisik tapi olahraga juga pendidikan karakter," kata Presiden Jokowi.

Menurut Presiden Jokowi, olahraga membangun karakter disiplin dan sportivitas.

"Bahwa menang dan kalah itu biasa, membangun karakter pejuang dan pekerja keras, memperkuat karakter kolaborasi dalam 'team work' dan bahkan memperkokoh jiwa patriotisme dan nasionalisme," ujarnya.

 

Alat untuk sehat

 

Dia mengatakan olahraga menjadi alat untuk meningkatkan produktivitas masyarakat. Soalnya mustahil produktif kalau badan tidak sehat.

"Olahraga harus menjadi keseharian bagi warga masyarakat, menjadi keseharian bagi para pegawai, menjadi keseharian bagi kita semua di kantor-kantor pemerintah, perusahaan dan berbagai organisasi lainnya," ucapnya.

Artinya, menurut Presiden, olahraga bukan hanya urusan individu, juga bukan hanya urusan Kementerian Pemuda dan Olahraga, tapi menjadi urusan seluruh lapisan masyarakat.

"Olahraga harus didukung dengan infrastruktur yang baik, didukung dengan gaya hidup dan didukung dengan teknologi dan manajemen yang baik. Selamat Hari Olahraga Nasional, jadikan olahraga sebagai bagian pola hidup sehat kita. Masyarakat sehat negara kuat, kita mulai semangat baru olahraga untuk negara kita Indonesia Maju," kata Presiden.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Liputan6.com, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan