Banjir Jepang Bisa Tingkatkan Risiko Penyebaran Virus Corona

Akibat bencana ini, sebanyak 52 jiwa tewas dan 11 lainnya dinyatakan hilang, ditambah hujan lebat yang masih mengguyur sebagian besar wilayah Kyushu.

Diterbitkan 09 Juli 2020, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Kekhawatiran Risiko Penyebaran Virus Corona 

"Kami memeriksa suhu tubuh seluruh korban banjir setibanya di lokasi pengungsian, dan kami juga meminta mereka untuk sering mencuci tangan dan tetap selalu menjaga jarak dari orang lain, meskipun itu tidak selalu memungkinkan" kata Keniichi Inoue. 

Tak sampai disitu, kondisi serupa juga dialami warga di Kyushu.

Sementara di Kota Minamata, 10 tempat penampungan telah dibuka, di mana 20 ribu warga telah diminta untuk meninggalkan rumah mereka dan secara sementara menempati fasilitas olahraga sekolah setempat.

 

100 Pengungsian

Sedangkan di Prefektur Kagoshima, lebih dari 100 tempat pengungsian telah dibuka oleh pihak pemerintah daerah, mereka juga mendesak semua pengungsi untuk tetap menjaga jarak dan menggunakan fasilitas secara teratur.

Kazuhiro Tateda, Presiden Asosiasi Penyakit Menular Jepang dan anggota komite yang dibentuk oleh pemerintah untuk memerangi penyebaran Virus Corona, mengungkapkan bahwa ada alasan tertentu untuk merasa khawatir.

"Kami sangat prihatin karena mereka yang tinggal di fasilitas darurat ini harus berdekatan satu sama lain dalam jangka waktu yang cukup lama, dan itu adalah masalah besar," kata Kazuhiro Tateda kepada DW. 

Tetapi "Satu hal yang baik adalah hingga saat ini, kami belum melihat banyak penambahan kasus Virus Corona, tidak sItuasi di di Tokyo," ujarnya.

(Natasha Khairunisa Amani)

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Liputan6.com, Edu KrisnadefaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan