Sebaiknya pola asuh ini dihindari karena akan memberikan dampak psikis yang kurang baik bagi anak. Bukannya menjadi anak yang kuat, mereka malah bisa tumbuh dengan penuh rasa benci dan depresi sejak masih anak-anak. Jika orangtua tidak mau hal ini terjadi maka jangan menjadi keras dan otoriter pada anak, kekerasan bukan cara yang tepat untuk mendidik anak.
Hanya Memberi Materi Tanpa Perhatian
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3170079/original/097608900_1593850052-pexels-photo-4145354.jpeg)
Pola asuh semacam ini bisa dibilang sebagai pola asuh yang paling banyak terjadi yakni, dimana orangtua berusaha mencukupkan kebutuhan materi anak tetapi lupa memberikan perhatian. Orangtua harus tahu bahwa yang dibutuhkan seorang anak tidak hanya materi atau dengan mudah terbayar dengan materi semata, mereka membutuhkan perhatian dari orangtuanya sendiri.
Memang ketika secara materi kebutuhannya terasa sudah terlengkapi dan terpenuhi semua namun ia akan merasakan kesepian bahkan iri pada anak lainnya yang hidupnya sederhana tetapi mendapatkan kasih sayang penuh dari orangtua. Jangan sampai salah mengartikan apa yang dibutuhkan anak, bekerja keras untuk memenuhi semua kebutuhannya penting namun kasih sayang juga bagian dari kewajiban orangtua yang menjadi hak anak.
Mengandalkan Jasa Pihak Ketiga
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3170080/original/021525800_1593850053-pexels-photo-296302.jpeg)
Kesibukan orangtua seringkali membuat mereka tidak sempat mengurus anak kemudian mencari alternatif pihak ketiga seperti asisten rumah tangga atau baby sitter. Orangtua berpikir hal tersebut tidak akan bermasalah namun menjadi solusi paling ideal. Namun, jika selama satu hari penuh anak jauh dari jangkauan orangtua dan hanya berinteraksi dengan penjaganya saja, maka hal itu juga tidak baik.
Bagaimanapun juga anak adalah tanggungjawab orangtua yang tidak bisa diremehkan hanya dengan mengandalkan pihak ketiga. Sesekali boleh meminta bantuan penjaga jika kondisinya sangat genting dan tidak memungkinkan namun untuk keseharian, anak harus tetap bersama orangtua agar tumbuh kembangnya dapat diawasi secara langsung.
Menjadikan Sistem Reward Sebagai Andalan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3170081/original/043080900_1593850053-pexels-photo-235554.jpeg)
Terakhir, pola asuh anak yang salah dan harus dihindari ialah pola asuh yang mendewakan sistem reward pada anak. Sistem reward memang bagus namun tidak bisa selalu menjadi andalan untuk mendidik anak. Penggunaan sistem ini hanya akan membuat anak memiliki paradigma yang salah dalam mencapai sesuatu yang ia inginkan dalam hidup. Anak hanya akan berorientasi pada hasil.
Lebih parahnya, ketika ia tumbuh dan dewasa, kebiasaan ini membuatnya tidak bisa menghargai proses dan mudah stres ketika apa yang dia perjuangkan tidak membuahkan hasil. Boleh menggunakan sistem reward namun jangan lupa untuk memberikan apresiasi yang pantas atas apapun kerja keras yang telah ia lakukan dan katakana pada anak bahwa yang terpenting ialah belajar dari prosesnya bukan terpaku pada hasil.
Disadur dari Fimela.com (Imelda Rahma/Ayu Puji Lestari,published 5/7/2020)
Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5226996/original/003118400_1747799527-Putin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1920241/original/099201400_1609691735-IMG_20200323_092047_990.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3170075/original/085134600_1593849497-a-mother-kissing-her-child-3760279.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/1783540/original/052094300_1708092084-IMG_1673.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261509/original/095684300_1781725548-RD_Kongo_s_Yoane_Wissa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8574835/original/057277000_1782531340-AP26177858339524.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560483/original/094482200_1782508278-000_B8GH2KY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263769/original/046217200_1782009540-Jeremy_Doku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264183/original/033782000_1782097869-063_2282689980-Timnas_Mesir_vs_Selandia_Baru.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8571890/original/029692900_1782526551-000_B8H338Y.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8571665/original/074668100_1782526250-063_2283504461.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560764/original/057361200_1782508647-000_B8GJ8DG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8362045/original/070572100_1782237587-AP26174619862047.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264303/original/054619900_1782106281-AP26172737361128.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260726/original/045162900_1781650279-Mohammad_Mohebi.jpg)