3 Alasan Mengapa MU Harus Jatuh Bangun Usai Periode Ferguson

Selama periode Sir Alex Ferguson, MU mengalami kejayaan. Di bawah Ole Gunnar Solksjaer, MU juga tampaknya sudah menemukan kembali kepercayaan

Diterbitkan 29 Juni 2020, 19:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Kurang visi

Tepat dari penunjukan manajer untuk penandatanganan yang dilakukan di bawah mereka, kurangnya visi jangka panjang MU telah terlalu jelas. Terlalu banyak pemain yang dikontrak, terutama pemain marquee,

Penandatanganan Alexis Sanchez, Radamel Falcao dan Bastian Schweinsteiger telah gagal. MU juga gagal mempertahankan Angel Di Maria. Selama periode ini, promosi talenta yang dikembangkan sendiri sangat terbatas dan para pemain muda klub hanya dimanfaatkan ketika tidak ada pilihan lain.

Namun, kebangkitan pemain muda Manchester United seperti Marcus Rashford, Scott McTominay, Mason Greenwood dan Brandon William akan menunjukkan bahwa tren ini mulai berubah.

Sihir Sir Alex Ferguson

Tak dapat diragukan bahwa Sir Alex Ferguson adalah salah satu manajer terbaik di Eropa selama masa jabatannya di MU.

Kecakapan taktis Sir Alex Ferguson sangat terlihat di lapangan. MU hampir selalu menjadi salah satu tim penyerang yang paling ditakuti di Eropa.

Seperti yang dikatakan Ole Gunnar Solksjaer baru-baru ini, akan sulit bagi siapa pun untuk meniru apa yang dicapai Sir Alex di MU. Harapan penggemar terus tetap setinggi langit, yang memberi tekanan tambahan pada manajer dan para pemain.

Ikuti berita bola terbaru di Sport Liputan6

Halaman
Show All
Achmad Yani Yustiawan, Defri SaefullahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan